Dugaan Tipikor Suryadman Gidot

Saksi Ungkap Gidot Butuh Uang Miliaran di Persidangan, Berikut Rinciannya Per Dinas

4 Orang saksi di hadirkan pada persidangan ini di hadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Saksi Ungkap Gidot Butuh Uang Miliaran di Persidangan, Berikut Rinciannya Per Dinas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Bupati Bengkayang Non aktif Suryadman Gidot saat melangkah menuju pintu keluar ruang sidang Kartika, Pengadilan Negeri Tipikor Pontianak, Selasa (4/2/2020) 

PONTIANAK- Sidang kasus korupsi yang menyeret Bupati Bengkayang Non Aktif Suryadman Gidot dan Kadis PUPR Bengkayang Alexius memasuki tahap pemeriksaan saksi.

4 Orang saksi di hadirkan pada persidangan ini di hadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Pertama Obaja, selaku Sekda Bengkayang, kedua dr. Yan S.sos, M. si, alias Agustinus, mantan kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bengkayang, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bapeda Bengkayang, Ketiga Marsindi, Kabid Penganggaran dan Pembiayaan BPKAD Bengkayang, dan keempat Martinus Suwandi Kepala Seksi Pembangunan Peningkatan Jalan Jembatan Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Bengkayang.

Persidangan berjalan tertib, aman dan lancar di bawah pengamanan belasan personel Sabhara Polda Kalbar yang bersenjata lengkap, terlihat dalam persidangan beberapa kerabat dari Gidot dan Alexius juga turut hadir pada persidangan ini.

"Hal - hal yang didapat dari persidangan kali ini adalah mengenai fakta pertemuan pada tanggal 28 dan 30 Agustus 2019. Pada pertemuan tersebut Suryadman Gidot menjelaskan ada permasalahan terkait bantuan keuangan Pemkab yang ke kepala desa yang sedang di tangani oleh Polda Kalbar atas temuan dari BPK Kalbar,"jelas Jaksa KPK Feby D saat di wawancarai awak media setelah persidangan selesai. Selasa (4/2/2020).

Dijelaskan nya lebih jauh, Dari keterangan para saksi terkuak bahwa Suryadman Gidot meminta uang kepada Kadis Pendidikan dan Kadis PUPR masing - masing Rp 500 juta dari kebutuhannya Rp1 miliar.

Sutarmidji Suapi Anak Yatim Nasi Kuning di Acara Syukuran Penikahan ke- 27

"Tujuannya itu sesuai keterangan saksi Obaja untuk konsultasi hukum, baik itu untuk ahli hukum maupun untuk pengacara, namun mereka tidak menjelaskan lebih lanjut bagaimana bentuknya, yang jelas uang yang diminta pak Suryadman Gidot itu tidak ada di APBD atau APBN," terang Feby.

Selanjutnya dari permintaan tersebut, dokter Rian dalam persidangan menyatakan ketidaksanggupannya, dan Rian kemudian menjanjikan 200 juta, dan Alexius menjanjikan 300 juta.

" Dari permintaan tersebut pak Dokter Rian tidak pernah menyanggupi permintaan uang tersebut. Jadi tidak terealisasi, dan untuk Alexius belum terungkap di persidangan, tapi dari fakta persidangan pada kasus yang lalu itu sudah terungkap,"ungkapnya.

Fakta lain yang terungkap ialah terkait adanya perubahan anggaran APBD Kabupaten Bengkayang khususnya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas PUPR.

"jadi perubahan anggaran itu dijelaskan oleh saksi Marsindi perubahan anggaran untuk dinas PUPR dan Dinas Pendidikan itu diluar usulan yang dilakukan oleh TAPD, jadi oleh Pak Suryadman Gidot diminta untuk ditambah lagi, dan untuk PUPR itu tambahannya sekitar 7 milyar lebih dan Dinas Pendidikan Kebudayaan sekitar 6 milyar, itu di sahkan oleh DPRD pada tanggal 30 Agustus 2019, namun dalam pelaksanaannya terlanjur di OTT jadi pihak PUPR tidak mau melaksanakan proyek tersebut, jadi tidak jadi dan di Coret dari pihak tim verifikasi dari Gubernur," ungkapnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved