human interest
Pemkot Pontianak Uji Coba Non Tunai Naik Kapal Fery, Dishub Masih Berikan Toleransi Sebulan
Kartu flash tersebut bisa didapatkan di Bank Kalbar dan outlet yang disediakan. Untuk tahapan sosialisasi akan di langsungkan selama satu bulan
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Didit Widodo
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah memberlakukan sistem pembayaran nontunai (cashless) pada Ferry Penyeberangan Bardan-Siantan.
Untuk tahap awal ini, uji coba dilakukan pada, Selasa (4/2/2020) hingga sebulan ke depan. Jika terdapat kekurangan maka akan diperbaiki demi kesempurnaan penerapan sistem tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi mengatakan penerapan ujicoba tersebut masih akan diberikan toleransi bagi masyarakat yang belum memiliki kartu flash.
Ia menambahkan dengan kartu flash yang telah disediakan petugas, maka masyarakat akan membayar sesuai tarif yang tertera.
"Kartu flash tersebut bisa didapatkan di Bank Kalbar dan outlet yang disediakan. Untuk tahapan sosialisasi akan di langsungkan selama satu bulan," ujarnya.
• Kapolda Kalbar Geram Penyebar Hoaks Corona
• Orang Indonesia Pertama Positif Terkena Virus Corona, Perempuan Usia 44 Tahun
Ia menerangkan bahwa pada Maret di pastikan sudah full menggunakan kartu. Utin juga menyampaikan bahwa pihak Bank Kalbar memberikan kartu flash secara gratis sebanyak 4000 kartu.
"Namun untuk pengisian kartu tersebut tetap harus bayar. Kartu tersebut jika dijual di Indomaret atau Alfamart seharga Rp 1.600," ujarnya.
Utin menjelaskan selama satu bulan tahapan ujicoba akan dilakukan evaluasi terhadap penerapan sistem non tunai di fery penyebrangan Bardana Siantan. Jika terdapat kekurangan sudah tentu akan diperbaiki demi kesempurnaan penerapan sistem tersebut.
"Selama satu bulan akan kita evaluasi, jika ada yang kurang akan kita perbaiki," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa penerapan sistem non tunai di fery penyebrangan Bardan Siantan selain sebagai upaya mewujudkan smart city, juga sebagai upaya menekan potensi kebocoran pendapatan pemerintah daerah.
"Selama ini potensi kebocoran pendapatan dari sistem manual fery penyebrangan Bardan Siantan memang ada. Dengan penerapan sistem non tunai maka pintu masuk tidak akan bergerak jika
tidak ada transaksi," ujarnya.
Dirinya menjelaskan selama ini potensi pendapatan dari operasional fery penyebrangan Bardanadi Siantan selama setahun mencapai Rp 2 miliar.
"Dengan penerapan sistem tersebut diharapkan bisa meningkatkan potensi pendapatan," ujarnya

Mudahkan Penumpang