human Interest

Kapolda Kalbar Geram Penyebar Hoaks Corona

Ia juga meminta para awak media untuk dapat membantu memerangi informasi yang bersifat hoaks.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Didit Widodo
TRIBUNPONTIANAK/RIVALDI ADE MUSLIADI
Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah mempercayai atau menyebar informasi yang belum tentu kebenarannya, terkait penyeberan virus corona yang sedang mewabah yang berasal dari Wuhan, Cina.

Belakangan ini diketahui banyak sekali disinformasi atau berita hoaks terkait penyebaran virus corona yang sudah masuk ke daerah Kalbar. Berita hoaks tersebut menyebar melalui media sosial dan di khawatirkan masyarakat langsung mempercayainya.

"Jangan, saya minta jangan terpengaruh lah (berita hoaks). Kita di sini bersama instansi terkait terus memantau perkembangan kasus ini. Instansi terkait yang memiliki otoritas memberikan keterangan yang terpercaya, jadi jangan percaya sama berita hoaks," ujar Didi, Selasa (4/2/2020).

CAT SKD Kemenkumham Kalbar, Ainul Yaqin Raih Nilai Tertinggi

Orang Indonesia Pertama Positif Terkena Virus Corona, Perempuan Usia 44 Tahun

Ia juga meminta para awak media untuk dapat membantu memerangi informasi yang bersifat hoaks, dengan cara menyajikan berita-berita yang benar dan terpercaya. Agar, kata dia, masyarakat tidak resah dengan informasi yang beredar dari oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

"Untuk itu ya teman-teman media pun juga harus menyampaikan fakta-fakta sebenarnya, sehingga masyarakat tidak resah dan sebagainya. Ini wilayah kita, sampai saat ini semuanya berjalan dengan kondusif ya, mekanisme semua berjalan. Semua aktivitas juga berjalan dengan baik," jelasnya.

Menurutnya sejauh ini, pihaknya masih dalam tahap pendalaman terkait penyebar hoaks virus corona tersebut. "Sudah saya koordinasikan dengan Kabid Humas bahwa sedang dilakukan pendalaman," lanjutnya.

Ia bahkan meminta kepada para oknum penyebar hoaks agar berhenti menakuti masyarakat dengan informasi yang tidak benar yang dibagikan melalui media sosial.

"Oknum-oknum yang suka memberikan informasi-informasi hoaks seperti itu, dosanya besar. Janganlah memfitnah-fitnah seperti itu. Serahkan kepada instansi yang memiliki otoritas untuk memberi keterangan yang jelas," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved