Bank Perkreditan Rakyat Tebas Lokarizki Tutup, Kepala OJK Kalbar Nilai Aneh

Menurutnya BPR semestinya tetap bisa bertahan, jika pengelolanya mampu memanfaatkan peluang ekonomi di wilayah itu.

Bank Perkreditan Rakyat Tebas Lokarizki Tutup, Kepala OJK Kalbar Nilai Aneh
TRIBUNPONTIANAK/MUZAMMILUL ABRORI
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalbar Mochamad Riezky F Purnom, saat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) OJK ke-8, pada Jumat (22/11/2019). 

PONTIANAK - Kepala Otorioritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat, Mochamad Riezky F Purnom menilai tutupnya satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang beroperasi di Kabupaten Sambas terbilang aneh.

Menurutnya BPR semestinya tetap bisa bertahan, jika pengelolanya mampu memanfaatkan peluang ekonomi di wilayah itu.

Seperti diektahui OJK Kalbar telah mencabut ijin PT Bank Perkreditan Rakyat Tebas Lokarizki di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat sesuai keputusan Anggota Dewan Komisioner (KADK) Nomor KEP-19/D.03/2020 tanggal 27 Januari 2020.

"Kalau kita melihat pada kondisi Kabupaten Sambas, jika dibandingkan dengan Kabupaten lain memang masih tertinggal, dalam hal pertumbuhan ekonomi. Tapi menjadi suatu yang aneh ketika BPR harus tutup," ujarnya saat menggelar press release di Kantor OJK Kalbar Jl Ahmad Yani Kamis (30/1/2020).

OJK Sayangkan BPR Tebas Lokarizki di Sambas Bisa Tutup

Dia mengatakan BPR sebetulnya bisa bertahan bahkan tumbuh, jika pengelolanya mampu memanfaatkan potensi ekonomi yang ada didaerah tersebut dan melakukan inovasi.

"Kalau misalnya bisa mengembangkan pasar ,memanfaatkan potensi sebenarnya tidak ada masalah buat BPR. Pronsipnya begini, saya selalu bilang begini, selama bapak, ibu pengurus BPR ini, bangun pagi-pagi dan disebelah kiri kanan belum ada BPR, berarti masih ada kesempatan," ungkapnya

Karena lanjutnya jika dibandingkan dengan daerah seperti Bali, memiliki seratusan BPR dan bisa tetap bertahan meski memiliki daerah yang kecil.

"Pulau sekecil itu ada BPR lebih dari seratus, terlepas dari Bali menjadi pusat wisata ya, tapi sepanjang kita tidak mengeluarkan produk-produk yang inovatif, ya agak susah," ujarnya.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Penulis: Zulkifli
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved