Korban Gigitan Ular
Ular Cabe Merah, Ternyata Miliki Racun Mirip Kalajengking, Para Ahli Ungkap Cara Bisanya Mematikan
Ular blue coral atau Calliophis bivirgatus sedikit menonjol karena memiliki racun yang mirip dengan racun kalajengking dan siput
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Seperti sengatan milik kalajengking, racun C.bivirgatus bekerja dengan cara menutupi saluran sodium pada saraf mereka hingga mangsa mereka mati.
Seperti sengatan milik kalajengking, racun C.bivirgatus bekerja dengan cara menutupi saluran sodium pada saraf mereka hingga mangsa mereka mati.
Saluran natrium yang terus terbuka ini merupakan hal yang penting dalam pengalihan rasa nyeri.
Para peneliti sudah mempelajari racun siput kerucut dengan harapan dapat merancang obat penghilang rasa sakit yang dapat memberikan bantuan dari beberapa macam penderita terhadap produk-produk yang bekerja kurang baik.
Fry berpendapat bahwa semkin banyak contoh yang kita miliki dari alam, semakin besar kesempatan kita untuk menemukan produk yang benar-benar cocok.
Dia membandingkan setiap racun dari spesies untuk menemukan cara lain dari sudut yang berbeda, dan meningkatkan prospek pemahaman kita terhadap hal ini.
“Inilah mengapa kita perlu melindungi seluruh alam,” katanya pada IfLScience.
Ular karang biru hidup di hutan yang pernah menutupi sebagian besar Asia Tengagra, yang saat ini dengan cepat dihancurkan.
“Konservasi adalah sebuah biobank,” katanya. “Tapi hal tersebut akan percuma apabila kita menghancurkan bank tersebut.”ujarnya.
Fry pernah mengalami pengalaman pribadi dari seberapa berbahayanya dari subjek penelitiannya, termasuk bagaimana rasanya ketika jantung Anda berhenti ketika disengat Kalajengkin di Amazon dan jauh dari perawatan medis.
Meskipun dia mengatakan bahwa dia tidak pernah digigit oleh C. bivigatus, terdapat satu kasus kematian yang sudah dipastikan dari gigitan ular ini.
Sebagian artikel ini telah tayang di nationalgeographic.grid.id dengan judul "Coral Snake Memiliki Racun yang Mirip dengan Kalajengking"