Korban Gigitan Ular

Ular Cabe Merah, Ternyata Miliki Racun Mirip Kalajengking, Para Ahli Ungkap Cara Bisanya Mematikan

Ular blue coral atau Calliophis bivirgatus sedikit menonjol karena memiliki racun yang mirip dengan racun kalajengking dan siput

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
IST
Ular Cabe Merah, Ternyata Miliki Racun Mirip Kalajengking, Para Ahli Ungkap Cara Bisanya Mematikan 

Ular Cabe Merah, Ternyata Miliki Racun Mirip Kalajengking, Para Ahli Ungkap Cara Bisanya Mematikan

Belakangan ini media sosial dihebohkan peristiwa yang dialami seorang anak perempuan usia tujuh tahun digigit ular cabe merah atau ular cabe besar di Galing, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar).

Anak tersebut sempat menjalani perawatan di Puskesmas untuk mematikan racun sang ular.

Kabar terbaru, si anak sudah diperbolehkan pulang, dengan catatan harus cek tiga hari kemudian.

Belakangan diketahui ternyata racun ular cabe merah atau yang bernama latin Calliophis bivirgatus  sangat mematikan. 

Di Indonesia sendiri, ular jenis ini sering sekali disebut juga Ular Cabai Merah.

Mengenal Ular Cabe Merah yang Diduga Gigit Anak di Galing, Panji Petualang: Bisanya 6 Kali Kobra

Ular cabai atau ular cabe adalah spesies ular berbisa kecil yang endemik di Asia Tenggara.

Ada yang tahu, kenapa ular ini disebut ular cabai merah.

Sebutan "ular cabai" mengacu pada bagian bawah ekornya yang berwarna cerak kemerahan menyerupai cabai.

Sedangkan sebutan ular ini dalam bahasa Inggris di antaranya: Banded malayan coralsnake, Banded coralsnake,  dan Malayan striped coralsnake.

Karena ular ini memiliki kepala dan ekor yang berwarna merah.

Kalau ekornya dilengkungkan, akan terlihat seperti cabai merah.

Namun begitu, bagian tengah tubuhnya berwarna hitam bergaris biru.

HEBOH Ular Cabe Merah Gigit Anak Galing! Bandingkan Cara Ular Cabe Merah Vs King Kobra Telan Mangsa

Ular Cabe Merah
Ular Cabe Merah (ISTIMEWA)

Dilansir dari nationalgeographic.grid.id Ular beracun sangat bervariasi, bergantung pada mangsnya.

Namun, di antara keanekaragaman ini, ular blue coral atau Calliophis bivirgatus sedikit menonjol karena memiliki racun yang mirip dengan racun kalajengking dan siput.

Lupakan Ular Mematikan King Kobra dan Si Cantik Cabe Merah, Kamu Bisa Main-Main dengan 5 Ular Ini

Mungkin terlihat aneh, namun penelitian pertama yang telah diterbitkan mengatakan bahwa racun ini dapat dijadikan sebagai obat penghilang rasa sakit terbaru.

Mirip dengan racun yang dihasilkan oleh ular lainnya, racun ular blue coral bekerja dengan menurunkan tekanan darah dan melumpuhkan sistem pernapasan.

Mangsa kecil seperti tikus dapat mati dalam beberapa menit saja.

Sedangkan pada manusia, dibutuhkan beberapa jam untuk berhasil dilumpuhkan.

Mungkin terdapat sebuah masalah bagi ular karang biru ini.

Biasanya, mereka memakan ular berbisa lainnya dimana terdapat kemungkinan ular karang akan digigit oleh ular berbisa tersebut. 

"C. bivirgatus mempunyai hal yang berbeda dari ular lainnya, racun mereka dapat bergerak lebih cepat di tubuh mangsa, dan hampir membuat peredaran darah membeku," kata Profesor Bryan Fry dari University of Queensland dalam sebuah pernyataan.

Fry, salah satu peneliti racun terkemuka di dunia, telah mencari tahu cara kerja dari racun ular karang biru di dalam jurnal Toxins.

Kalajengking dan siput kerucut memang tidak akan menghadapi risiko yang sama seperti ular karang dari mangsa mereka, tapi mereka perlu melindungi diri mereka dari ancaman yang diluar jangkauan mereka.  

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved