Kasus Anak di Kalbar, Polda Bakal Selaraskan Program dengan Kak Seto

Jendral bintang 2 itu mengatakan bahwa pihaknya telah membicarakan berbagai program tentang perlindungan anak dengan Kak Seto

Kasus Anak di Kalbar, Polda Bakal Selaraskan Program dengan Kak Seto
Tribunpontianak.co.id/Ferryanto
Kunjungan Kak Seto di Mapolda Kalbar. Selasa (21/1/2020) 

PONTIANAK - Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono menyambut baik kunjungan Kak Seto selaku ketua LPAI (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia), Selasa (21/1/2020).

Jendral bintang 2 itu mengatakan bahwa pihaknya telah membicarakan berbagai program tentang perlindungan anak dengan Kak Seto, nantinya program-program tersebut akan di selaraskan dengan program di Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Direktur Bhinmas.

"Kami tadi sudah menyepakati, program - program perlindungan anak akan diseleraskan dengan program - program kami, di direktorat Bhinmas dan juga Direktorat Reserse Kriminal Umum, untuk nanti upaya - upaya sosialisasi dari aspek preemtif nya dan prefentifnya, langkah-langkah inilah yang akan kita bangun, bersama dengan Kak Seto dengan jajarannya,"papar Kapolda di Mapolda Kalbar.

Sepanjang 2019, Dirkrimum Polda Kalbar Kombes Pol Veris Septiansyah menjabarkan bahwa seluruh jajaran Polda Kalbar menangani sebanyak 168 kasus yang melibatkan anak.

Kunjungi Kalbar, Kak Seto Harap Ada Satgas Perlindungan Anak di Tingkat RT

"Jumlah kasus secara keseluruhan untuk Kalbar 168, berkaitan dengan anak berhadapan dengan hukum, yang terdiri dari anak sebagai korban, maupun anak sebagai pelaku, itu seluruh jajaran, dan kalau untuk di tingkat yang di tangani Polda Kalbar kita hanya menangani sejumlah 8 kasus,"kata Kombes Pol Veris.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 63 kasus telah memasuki tahap 2, jumlah kasus dalam Sidik sebanyak 71 kasus, jumlah kasus dalam Lidik Sebanyak 34 kasus.

Kombes Pol Veris juga berharap, dalam penanganan kasus yang berkaitan dengan anak, Reskrim dalam penegakan merupakan langkah terakhir.

"Seperti yang di sampaikan pak Kapolda tadi, ada tindakan preventif dan preemtif yang di lakukan, karena Reskrim, atau Dirkrimum ini jalan terakhir upaya terakhir yang dilakukan adalah penegakan hukum,"ujarnya.

Dirinya pun mendorong berbagai pihak untuk turut serta dalam langkah pencegahan kasus terhadap anak.

"Terkait preemtif dan prefentif tadi, kita mengharapkan adanya kerja sama dan koordinasi baik dari dinas pemerintah daerah kabupaten / kota maupun provinsi, koordinasi dengan polres - polres setempat, yang menangani kasus perkara anak, agar mereka juga memiliki peran, jadi tidak hanya penegakan hukum yang di utamakan tapi langkah preemtif dan Prefentif Ini,"harapnya menegaskan.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved