Imlek Kota Pontianak Momentun Gaet Turis

Untuk menyokong kegiatan ini, jajaran muspida beserta Pemkot Pontianak menggelar rapat lintas sektoral

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Didit Widodo
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah pengurus mempersiapkan Vihara Bodhisatva Kiranaya Metta menyambut Imlek 2571, di Jalan Sultan Muhammad, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (21/1/2020) siang. Tahun Tikus Logam ini dianggap masyarakat Tionghoa sebagai tahun yang kurang beruntung untuk pengusaha. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Perayaan Imlek tinggal menghitung hari, tepatnya Sabtu 25 Januari nanti. Pemkot Pontianak pun mempersiapakan rangkaian acara untuk memeriahkan momentum budaya tersebut dan mengharapkan banyaknya wisatawan memilih Kota Pontianak sebagai destinasi liburan.

Untuk menyokong kegiatan ini, jajaran muspida beserta Pemkot Pontianak menggelar rapat lintas sektoral di Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (21/1/2019).

Rapat lintas sektor dihadiri Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, Kapolresta Pontianak Kombespol Komarudin, Dandim 1207/BE Kolonel Arm Stefie Jantje Nuhujanan, Wakil Ketua DPRD Firdaus Zarin, dan sejumlah Pimpinan OPD dan pimpinan paguyuban etnis di Kota Pontianak.

Dalam arahannya, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan perayaan menyambut Tahun Baru Imlek dan perayaan Cap Go Meh akan dimulai rangkaian kegiatannya pada 2 Februari 2020 mendatang. Menurut Edi, momentum Imlek diharapkan menjadi salah satu cara jitu menarik kunjungan para turis, mengingat Imlek merupakan libur panjang di China.

HS Eks Pejabat di Pemkab Ketapang Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi, Ini Besaran Kerugian Negara

Wow! Penerimaan Pajak Capai Kayong Utara Tahun 2019 Melebihi Target Capai 117%

Edi Kamtono mengatakan rapat koordinasi lintas sektor ini selain membahas kegiatan Cap Go Meh yang akan dirangkaikan dengan kegiatan Pontianak City Run dan Festival Buah Lokal di Alun Kapuas. Ia pun berharap beragam kegiatan tersbeut dapat berjalan lancar, aman, dan tertib.

"Event-event tersebut kita harapkan menjadi hiburan bagi warga Kota Pontianak dan menarik para wisatawan untuk datang ke Kota Pontianak," ujarnya sesaat usai rapat.

Demi keamanan, Edi juga mengimbau masyarakat Kota Pontianak yang merayakan Tahun Baru Imlek agar tidak menyalakan petasan dan kembang api di kawasan pemukiman padat. Pihaknya juga memberikan toleransi untuk bermain petasan dan kembang api di seputar Jl Gajahmada dan sekitarnya. Pihaknya juga mengatur waktu yang diperbolehkan untuk bermain petasan dan kembang api, yakni setelah pukul 20.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB

"Kita masih berikan toleransi sampai pukul setengah satu hanya di sekitar Jl Gajahmada saja. Nah hal-hal seperti itu kita imbau masyarakat untuk taat pada ketentuan tersebut," ujarnya.

Menurutnya, Kota Pontianak juga akan menjadi pusat perhatian publik dalam perayaan Cap Go Meh di Kalbar selain di Kota Singkawang. Edi juga memperikirakan akan ada banyak tamu atau turis luar Kalbar yang datang untuk melihat kemeriahan Cap Go Meh di Kota Pontianak.

"Sebelum ke Singkawang orang luar akan lihat Pontianak dulu, oleh karena itu saya mengajak masyarakat Pontianak untuk saling menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan," ujarnya.

Ia menambahkan rasa dan sikap toleransi harus terus ditingkatkan, bahwa Kota Pontianak ini kota pluralisme yang terdiri dari banyak suku, etnis, dan agama. “Oleh karena itu sangat penting untuk saling menghargai, sehingga perayaan dan even tersebut bisa berjalan lancar,” tukasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved