Gantung Diri di Kamar

Polisi Beberkan Penyebab Pria di Jeruju Nekad Akhiri Hidup dengan Cara Gantung Diri

Kapolsek menjelaskan bahwa, sekitar pukul 01.00 WIB anak korban masih melihat kondisi korban baik-baik saja dalam kamarnya.

Polisi Beberkan Penyebab Pria di Jeruju Nekad Akhiri Hidup dengan Cara Gantung Diri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Syahroni
Polisi evakuasi mayat yang ditemukan tergantung di kamar, di Jeruju Kota Pontianak, Jumat (27/12/2019) 

PONTIANAK - Diduga frustasi seorang laki-laki di Jeruju Pontianak nekad akhiri hidup dengan cara gantung diri di kamarnya, Jumat (27/12/2019).

Korban ditemukan pertama kali oleh anak korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Kapolsek Pontianak Barat, Kompol Abdullah menjelaskan berdasarkan introgasi awal pada anak Lau (73) yang ditemukan tewas bunuh diri dengan cara gantung diri dikarenakan frustasi karena penyakit yang dideritanya.

"Dari ketarangan anaknya bahwa korban ini mengalami sakit prostat yang sudah cukup lama," ucap Kompol Abdullah saat diwawancarai, Jumat (27/12/2019).

Marak Aksi Bunuh Diri di Pontianak, Polresta Pontianak Tangani 2 Kasus Bunuh Diri Hampir Bersamaan

Kapolsek menjelaskan bahwa, sekitar pukul 01.00 WIB anak korban masih melihat kondisi korban baik-baik saja dalam kamarnya.

Kemudian anaknya bersama cucu korban tidur di kamar depan, sehingga korban tinggal sendirian.

Kompol Abdullah, menambahkan bahwa korban ditemukan anaknya pagi hari dengan kondisi sudah tergantung.

"Ditemukan oleh anaknya sendiri dikamarnya dan anaknya langsung menghubungi warga sekitar," ucap Kompol Abdullah saat diwawancarai Tribun Pontianak dilokasi, Jumat (27/12/2019).

Pihak kepolisian langsung menurunkan Tim Inafis untuk melakukan olah TKP menyelidiki perkara bunuh diri ini.

Warga Gang Bunga Luar Jeruju Heboh Penemuan Mayat tergantung di Kamar, Jumat (27/12/2019)
Warga Gang Bunga Luar Jeruju Heboh Penemuan Mayat tergantung di Kamar, Jumat (27/12/2019) (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Syahroni)

Lanjut disampaikannya bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya pada korban.

"Tidak ada tanda-tanda kekerasan lain, kalau untuk gantung diri memang ada tandanya, seperti lidahnya keluar dan keluar air mani," ucap Abdullah.

Saat ini, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum luar dan pihak keluarga ditegaskannya menolak dilakukannya autopsi.

Tim Inafis Polresta Pontianak telah melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah penemuan mayat tersebut.

 

Diperkirakan awal usia korban diatas 50 tahun dan ditemukan tergantung di kamar rumahnya.

Saat ini, pihak keluarga belum bisa dimintai keterangan dan saat ini jenazah korban telah dibawa pihak kepolisian menggunakan ambulan Rumah Sakit Bhayangkara.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved