Berusia 56 Tahun, Bukan Halangan Bagi Cheddy Dahlan Daki Gunung Kelam 

Jujur sebelum naik informasi saya berasumsi bahwa pendakian ini murni pendakian ferrata seperti saya alami ketika naik ke gunung Parang.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Cheddy Dahlan
Puncak Gunung Kelam: Setelah mendaki tujuh jam melewati medan yang curam, licin dan panjang, Cheddy Dahlan traveler indonesia yang tergabung dalam tim pendakian perdana Via Ferrata sampai di atas puncak. 

28 orang tim pendakian perdana Via Ferrata tiba di puncak Gunung Kelam pada pukul delapan malam setelah menempuh pendakian malam yang cukup panjang dan menantang.

“Ada rasa puas dan bangga tentunya, setelah mencapai satu puncak gunung monolith terbesar di dunia. Rasa lelah sedikit terlupakan ketika kita semua ceria berkumpul selamat di puncak,” ujarnya.

Berdiri di atas ketinggian 1000 MDPL di puncak batu monolith terbesar di dunia, Cedi tak henti-hentinya kagum dengan keindahannya.

“Pagi harinya, rasa kagumnya berlanjut, setelah melihat pemandangan pertama panorama dari sisi timurnya gunung Kelam, dimana sinar matahari mulai menyinari awan kabut."

"Bentangan lantai batu yang licin dimana ada beberapa urat jalur air cukup unik dan menyenangkan dilihat."

"Beruntung juga dapat menemukan beberapa jenis kantong semar yang pertama kali saya lihat di atas gunung, termasuk satu endemik gunung Kelam, nepenthes clipeata yang kecil disatu pojok semak belukar,” kata Cedi. 

Bangga Batu Monolith Terbesar

Cheddy Dahlan, traveler Indonesia merasa bangga diberi kesempatan bergabung dalam tim pendakian perdana pertama Via Ferrata di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Kelam pada 3 Desember lalu.

Pecinta alam yang sudah pernah berkunjung ke Ayers Rock di Northern Territory, Australia, ini tergabung dalam 28 orang yang menjajal tangga Via Ferrata menggantikan tangga besi yang sudah berkarat.

Cedi—sapaan akrab Cheddy Dahlan—mengaku sangat takjub, dan terkesan dengan batu monolith (tunggal) terbesar di dunia yang ada di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Daki Gunung Kelam: Cheddy Dahlah, traveler Indonesia mendaki Gunung Kelam melalui tangga via Ferrata bersama tim pendakian perdana BKSDA Kalbar. Cheddy mengaku kagum dan bangga, gunung batu terbesar di dunia ada di Indonesia, tepatnya di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang.
Daki Gunung Kelam: Cheddy Dahlah, traveler Indonesia mendaki Gunung Kelam melalui tangga via Ferrata bersama tim pendakian perdana BKSDA Kalbar. Cheddy mengaku kagum dan bangga, gunung batu terbesar di dunia ada di Indonesia, tepatnya di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang. (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/BKSDA Kalbar)

Semula, Cedi tidak menyangka, jika gunung batu terbesar di dunia ada di Indonesia, tepatnya di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang. 

“Saya yakin kebanyakan orang Indonesia umumnya belum tahu keberadaan gunung monolith ini."

"Karena saya pun yang bisa dikategorikan sebagai pecinta alam khususnya di Indonesia belum tahu,” katanya kepada Tribun Pontianak, Senin (9/12/2019) melalui surel.

Cedi, termasuk satu di antara jutaan orang Indonesia yang belum tahu keberadaan batu monolith terbesar di dunia ada di Indonesia.

Selama ini, orang akan menyangka jika Ayers Rock di Northern Territory, Australia, yang paling besar.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved