Berusia 56 Tahun, Bukan Halangan Bagi Cheddy Dahlan Daki Gunung Kelam 

Jujur sebelum naik informasi saya berasumsi bahwa pendakian ini murni pendakian ferrata seperti saya alami ketika naik ke gunung Parang.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Cheddy Dahlan
Puncak Gunung Kelam: Setelah mendaki tujuh jam melewati medan yang curam, licin dan panjang, Cheddy Dahlan traveler indonesia yang tergabung dalam tim pendakian perdana Via Ferrata sampai di atas puncak. 

Rupanya, Gunung Kelam yang ada di Kabupaten Sintang lah yang paling besar di dunia.

“Pertama kali melihat gunung Kelam pastinya dari internet beberapa tahun yang lalu, ketika saya ingin mencari informasi mengenai gunung monolith di dunia."

"Dan saya begitu kaget dan takjub ketika mendapatkan informasi bahwa salah satu monolith yg terbesar ada di Indonesia, khususnya di Sintang, Kalimantan Barat yaitu gunung Kelam."

"Satu lagi informasi yang saya dapatkan bahwa ada satu lagi gunung batu di Kalimantan Barat yaitu gunung Batu Daya,” kata lulusan lulusan Bachelor of Economic, Australian National University ini bangga.

Keikutsertaan Cedi dalam tim pendakian perdana Via Ferrata bermula dari informasi sahabatnya, Harley B Sastha, traveler Indonesia, juga penulis.

Jauh hari, dua pecinta alam ini sudah berencana untuk berkunjung ke Gunung Kelam.

“Tahun lalu kami pernah diskusi mengenai wacana untuk berkunjung ke Gunung Kelam. Mendadak dapat informasi ada pendakian sekaligus peremian."

"Cukup kaget karena tidak disangka momennya akan diadakan sudah dekat hari, namun karena sudah niat lama, hal ini tidak masalah untuk saya,” ujar pensiunan Konsultan pendidikan di International Development Program (IDP) Australia ini.

Traveler berusia 56 tahun ini merasa bangga mendapat kehormatan diberikan izin oleh Kepala BKSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta untuk ikut dalam pendakian perdana Via Ferrata.

Lulusan MBA di University of Canberra ini mengaku takjub tak kala menyaksikan langsung megah dan gagahnya Gunung Kelam setibanya di Sintang.

“Sebagai pecinta alam, rasanya bukan main karena begitu besar, tinggi dan berdiri secara megahnya. Ada rasa bangga bahwa gunung ini berada di Indonesia dan saya sudah melihatnya secara langsung,” aku Cedi bangga. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved