Viral Aktivitas Pembalakan Liar Diduga di Meliau

Untad menyatakan, apakah aktivitas perusahaan itu di kawasan HPL atau bukan, pihaknya juga tidak mengetahuinya.

Viral Aktivitas Pembalakan Liar Diduga di Meliau
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Aktivitas dugaan pembalakan liar dilakukan oleh sebuah perusahaan tambang, tepatnya di Desa Tayan, Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau. Hal tersebut terungkap dari viralnya sebuah video yang memperlihatkan alat berat jenis exsavator sedang membabat hutan yang diduga untuk pembukaan jalan.  

Viral Aktivitas Pembalakan Liar Diduga di Meliau

PONTIANAK - Aktivitas dugaan pembalakan liar dilakukan oleh sebuah perusahaan tambang, tepatnya di Desa Tayan Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau.

Hal tersebut terungkap dari viralnya sebuah video yang memperlihatkan alat berat jenis exsavator sedang membabat hutan yang diduga untuk pembukaan jalan. 

Video berdurasi 1 menit 7 detik itu diunggah oleh akun instagram bernama warung jurnalis pada 28 Oktober lalu.

Dalam keterangan video tersebut disebutkan bahwa diduga perusahaan membabat hutan untuk pembukaan jalan perusahaan sepanjang 20km.

Namun diduga kegiatan itu tanpa mengantongi izin resmi dari pemerintah. 

Dalam video juga memperlihatkan bagaimana alat berat milik perusahaan menebang pohon-pohon di kawasan areal penggunaan lain (APL). Bahkan divideo itu terlihat hutan yang terdapat pohon-pohon besar. 

Baca: Hildi Hamid Minta Para Warga Nahdliyin Bersabar dan Mawas Diri dengan Kondisi NU Saat Ini

Baca: Erajaya Group Resmikan 4 Outlet, Luncurkan 6 Internet Of Things Terbaru dan Gelar Iboxing Week 2019

Untuk mengetahui kebenaran hal tersebut, Tribun mencoba untuk mengkonfirmasi Pelaksanaan tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Untad Darmawan, Selasa (5/11).

Usai melihat video tersebut, Untad mengatakan bahwa sebelum perusahaan melakukan aktivitasnya, mereka sudah pernah berkonsultasi dengan Dinas Kehutanan untuk menanyakan apakah kawasan yang akan meraka garap untuk jalan perusahaan masuk (APL) atau bukan. 

"Menurut peta kami kawasan yang konsultasikan perusahaan itu masuk APL," ujar Untad. 

Halaman
123
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved