Bupati Jarot Tinjau Jembatan Gantung di Kecamatan Sepauk

Kita anjurkan untuk jembatan yang menghubungkan Nanga Sepauk dan Tanjung Ria ini dilewati hanya kendaraan keluarga ajalah ya.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Tinjau Jembatan: Bupati Sintang, Jarot Winarno meninjau proses pembangunan Jembatan gantung yang akan dibangun membentang sungai tengkawang sepauk.    
Bupati Jarot Tinjau “Jembatan Jokowi” di Kecamatan Sepauk
SINTANG -Bupati Sintang, Jarot Winarno meninjau proses pembangunan sejumlah jembatan di Kecamatan Sepauk Jumat sore kemarin. 
Ada dua jembatan yang ditinjau Jarot. Jembatan di Sungai Tengkawang dan jembatan gantung di Sungai Sepauk. 
Jembatan Cor dibangun di jalan poros Kecamatan Sepauk. Sedangkan jembatan gantung, merupakan jembatan penghubung beberapa desa dengan pusat kecamatan. 
Jembatan gantung yang sedang proses pembangunan membentang sepanjang Sungai Sepauk dinamai Jarot dengan ‘Jembatan Jokowi’. Jembatan gantung dibangun tipe B dengan lebar 2,4 meter sanggup menahan beban 1,5 ton. “Ini bagian dari ‘Jembatan Jokowi’,” ungkap nya. 
Di Kabupaten Sintang, kata Jarot, ada empat titik ‘Jembatan Jokowi’ yang dibangun, satu di antaranya di Kecamatan Sepauk. 
Dua ‘Jembatan Jokowi’ di Ketungau Hiir, kata Jarot sudah diresmikan. Dua sedang tahap pembangunan.
“Satu di Baras Nabun, sudah kita resmikan. Satu lagi di Nangai Ungai, Kecamatan Kyan Hulu,” ujarnya. 
Dengan beban ideal 1,5 ton, jembatan gantung tidak bisa dilalui kendaraan berat. Kendaraan yang melintas hanya roda dua saja. Jarot mempersilahkan melewati jembatan tersebut apabila dalam keadaan darurat.  
“Kalau dalam keadaan emergensi ada pasien yang perlu dibawa pake ambulan boleh lewat jembatan itu,” kata Jarot. 

Baca: Keluarga Ungkap Kondisi Terkini Dylan Carr Pasca Koma! Sang Ayah, Terrence Carr Sempat Pasrah

Menurut Jarot, keberadaan jembatan gantung itu diperuntukannya bagi mobilisasi kesehatan, khususnya untuk mempermudah dalam membawa warga dalam kondisi darurat.
Ia mengimbau kepada warga, untuk menjaga dan merawat jembatan gantung tersebut dan memperhatikan beban angkut saat melewati jembatan. 
“Kita anjurkan untuk jembatan yang menghubungkan Nanga Sepauk dan Tanjung Ria ini dilewati hanya kendaraan keluarga ajalah ya. Lebih bagus lagi kalau hanya dipakai untuk emergensi aja. Sisanya pake roda,” pesan Jarot Winarno. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved