Muhammad Ruslan Menjadi Mahasiswa Terbaik di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN

Pemuda kelahiran 7 Agustus 1993 ini telah menyelesaikan studinya selama 3 tahun 6 bulan 5 hari.

Muhammad Ruslan Menjadi Mahasiswa Terbaik di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN
TRIBUNPONTIANAK/MAUDY ASRI GITA UTAMI
Muhammad Ruslan Mahasiswa IAIN Pontianak Prodi Studi Agama mendapatkan gelar S.Ag nya dengan meraih Prestasi sebagai Lulusan terbaik dan Tercepat se Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah pada acara Yudisium ke-X di Gedung Aula Abdul Rani Institut Agama Islam Negeri Pontianak, Selasa (22/10/2019). 

Muhammad Ruslan Menjadi Mahasiswa Terbaik di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN

PONTIANAK- Muhammad Ruslan, Mahasiswa IAIN Pontianak Prodi Studi Agama Agama mendapatkan gelar S.Ag nya dengan meraih Prestasi sebagai Lulusan terbaik dan Tercepat se-Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah pada acara Yudisium ke-X di Gedung Aula Abdul Rani Institut Agama Islam Negeri Pontianak, Selasa (22/10/2019).

Pemuda kelahiran 7 Agustus 1993 ini telah menyelesaikan studinya selama 3 tahun 6 bulan 5 hari.

Ia mengaku mulai mengajukan judul skripsinya di semester 6 awal dan diterima pada semester yang sama.

Baca: PPL IAIN Pontianak Meriahkan Parade Dalam Rangka Hari Jadi Pontianak ke-248

Baca: 17 Calon Wisudawan FASYA IAIN Pontianak Ikuti Yudisium Ke-II

Kini ia sudah seminar proposal, selanjutnya di semester 7 akhir ia menyelesaikan sekripsinya dalam kurun waktu 2 bulanan dan hasilnya sangat memuaskan bahkan indeksnya pujian dengan nilai ipk 3,91.

"Bagi saya mendapatkan penghargaan sebagai lulusan terbaik dan tercepat adalah Bonus. Soal perasaan pasti ada rasa bangga namun puncak kebanggaan saya ialah pada saat selesai sidang, perasaan saya sangat lega seakan-akan sudah bisa menjebol tembok yang begitu kokoh," ungkapnya

Ruslan menceritakan bahwa dari awal masuk kuliah ia merasa terkesan karna pada saat itu jurusan yang ia pilih merupakan jurusan baru dan ia merupakan angkatan pertama namun hal itu bukan sebuah alasan untuk nya tidak bersemangat sehingga ia terus menekuni apa yang ada di jurusannya, menurut nya ada banyak pengalaman serta wawasan baru yang ia dapati.

"Nilai bukan tujuan utama bagi saya, berapapun nilai saya itu tidak menjadi masalah yang penting ilmu dan wawasan saya bisa bertambah,
semua mahasiswa pasti memiliki kendala dan kesulitan nya masing-masinh namun hal itu tergantung bangaimana kita menyikapinya ,
Saya sangat termotivasi apabila ada ilmu yang belum saya fahami karna dari itu saya akan berusaha sebisa mungkin untuk memahami ilmu tersebut " pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved