PPL IAIN Pontianak Meriahkan Parade Dalam Rangka Hari Jadi Pontianak ke-248

Seluruh siswa MIN 3 Pontianak masing-masing membawa 5 tangkai bunga Manggar yang mana selama ini menjadi ikon Melayu di Pontianak.

PPL IAIN Pontianak Meriahkan Parade Dalam Rangka Hari Jadi Pontianak ke-248
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Proses pemasangan manggar dalam mensukseskan parade tahunan, Selasa (22/10/2019). 

Citizen Reporter
Fatmawati
Mahasiswi IAIN Pontianak

PPL IAIN Pontianak Meriahkan Parade Dalam Rangka Hari Jadi Pontianak ke-248

PONTIANAK -  Mahasiswa PPL IAIN Pontianak turut berpartisipasi dalam mensukseskan parade tahunan yang diakan MIN 3 Pontianak dalam rangka Hari Jadi Kota Pontianak ke 248.

Seluruh siswa MIN 3 Pontianak masing-masing membawa 5 tangkai bunga Manggar yang mana selama ini menjadi ikon Melayu di Pontianak.

Terutama saat merayakan sebuah peringatan ataupun acara pernikahan dan lain-lain, Selasa (22/10/2019)

Bunga Manggar tersebut kemudian dikemas oleh para mahasiswa PPL pada beberapa tongkat yang nantinya akan dibawa pada saat parade berlangsung.

Baca: Hut ke-248, Anggota DPRD Zulfydar Zaidar Ajak Bangun Pontianak Bersama

Baca: HUT PMI ke-74 akan Dipusatkan di Kecamatan Kembayan, Berikut Daftar Agendanya

Mereka saling bergotong royong sejak hari Senin lalu, ada yang bertugas mengecat tongkat dengan cat warna putih, ada yang memotong flower foam, membungkus flower foam, dan beberapa guru madrasah pun dengan sigap bekerja sama dengan para mahasiswa PPL.

Setelah selesai menghias tongkat dengan bunga Manggar dilanjutkan dengan membungkus hadiah, yang mana nantinya hadiah tersebut dibagikan untuk pemenang Bujang Dara masing-masing kelas.

Menurut Fatmawati selaku mahasiswi PPL mengakui bahwa membantu para guru merupakan hal yang menyenangkan dirinya.

Karena pada saat membantu mereka dapat bersosialisasi sekaligus menambah pengalaman yang tidak akan dilupakan.

“Apalagi bantuan ini untuk memeriahkan ulang tahun kota Pontianak, dengan demikian kita juga ikut memeriahkan HUT Kota pontianak yang merupakan budaya yang dilaksanakan setiap tahunnya” sambungnya.

Dan ia juga berpendapat bahwa budaya seperti ini tidak boleh kita lupakan.

Kepala Madrasah, Ibrahim, S.Pd.I juga berpendapat bahwa parade yang mereka laksanakan setiap tahunnya bertujuan untuk memperkenalkan budaya kepada peserta didik.

Mulai dari memperkenalkan pakaian adat hingga makanan khas kota Pontianak yang masing-masing siswa bawa dari rumah untuk makan bersama setelah parade. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved