Problematik Bocah Ngemis Ganjal Pontianak Menuju Kota Layak Anak, DP2KBP3A Minta Diskusi Bersama

Untuk menuju kota layak anak, setidaknya harus 1.000 poin dikumpulkan dan saat ini Pontianak telah mengumpulkan 800 lebih poin.

Problematik Bocah Ngemis Ganjal Pontianak Menuju Kota Layak Anak, DP2KBP3A Minta Diskusi Bersama
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Seorang remaja mengamen di persimpangan lampu merah di Jalan Gusti Situt Mahmud, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (19/7/2018) sore. Perlu ada tindakan dari aparatur yang bertugas karena kini di sejumlah persimpangan lampu merah di Kota Pontianak mulai banyak pengamen hingga pengemis yang meminta-minta uang kepada pengendara. 

Problematik Bocah Ngemis Ganjal Pontianak Menuju Kota Layak Anak, DP2KBP3A Minta Diskusi Bersama

PONTIANAK- Kota Pontianak sudah tiga kali mendapatkan predikat Madya untuk menuju Kota Layak Anak-anak.

Meskipun sudah mendapatkan predikat Madya, nampaknya Pontianak masih mempunyai segudang pekerjaan untuk dibenahi sebelum dinyatakan Kota Layak Anak.

Satu diantara persoalan yang harus dituntaskan adalah masih banyak ditemukan anak-anak mengemis di jalanan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pontianak, Darmanelly menuturkan sebetulnya untuk mengamankan anak di jalanan yang mengemis adalah bagian tupoksi Dinas Sosial.

Baca: Bocah Ngemis Masih Marak, Dinsos Kota Kekurangan Personel

Baca: Yandi Minta Pemkot Proaktif dan Penertiban Langkah Akhir Penanganan Pengemis

Baca: Tiga Kali Raih Predikat Madya, Pontianak Masih Terganjal Menuju Kota Layak Anak

Selama ini menyebut Dinsos telah melakukan pengawasan dengan berkoordinasi dengan Satpol PP.

Satpol PP sudah sering mengamankan mereka dan disimpan pada PLAT.

Kenyataannya balik lagi dilapangan, begitu juga dengan anak-anak yang diamankan dan langsung dipanggil orangtuanya maka mereka terus kembali ke jalan lagi.

"Saya sendiri sebagai kepala dinas, memang mata ini kelilipan melihat anak-anak masih berkeliaran di jalan, saya selalu bilang sama Dinsos, mereka langsung ke lapangan mengamankan," ucap Darmanelly, Minggu (20/10/2019).

Masih banyaknya anak menjadi pengemis di jalanan, tak dipungkirinya memang pembinaan yang kurang efektif.

Halaman
1234
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved