Bocah Ngemis Masih Marak, Dinsos Kota Kekurangan Personel

Itulah selama ini sudah kita amankan dan dikembalikan ke daerahnya. Karena tidak ada hukuman atau sanksi mereka kemudian datang lagi.

Bocah Ngemis Masih Marak, Dinsos Kota Kekurangan Personel
TRIBUNPONTIANAK/SYAHRONI
Seorang anak yang mengemis di perempatan lampu merah Jalan Imam Bonjol, Sabtu (20/10/2019) 

Bocah Ngemis Masih Marak, Dinsos Kota Kekurangan Personel

PONTIANAK- Razia pengemis dan gelandangan kerap dilakukan Pemerintah Kota Pontianak, tetapi keberadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) tersebut seperti tak ada habisnya.

Bahkan belakangan, keberadaan mereka bak jamur di musim hujan.

Semakin banyak terutama di lampu-lampu merah, dan perempatan jalan.

Di perempatan lampu merah Jl Pahlawan, para pengamen dan belasan pengemis mulai dari anak-anak, orangtua, hingga penyandang cacat tiap hari berharap recehan dari dermawan.

Baca: Tiga Kali Raih Predikat Madya, Pontianak Masih Terganjal Menuju Kota Layak Anak

Baca: Dinsos Ketapang Buka Pelayanan Konsultasi Psikologis untuk Anak dan Perempuan

Baca: Dosen Polnep Pontianak Farida Asyari Berkarir Tanpa Melupakan Peran Sebagai Ibu Rumah Tangga

Demikian juga di lampu merah kawasan Pontianak Timur dan Utara.

Bila lampu merah menyala, mereka bergerak mendekati semua kendaraan, meminta belas kasih para pengendara.

Sebut saja Tina, bocah yang mengaku masih berusia 8 tahun ini mangkal di perempatan lampu merah Jl Imam Bojol bersama ibunya.

Ia mulai mengamen selepas Mahgrib hingga pukul 22:00.

“Tiap malam di sini, cuma mo bantu orangtua,” katanya saat ditemui, Sabtu (19/10) malam.

Halaman
1234
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved