Lebih dari 1.000 Ramuan Herbal, Toko Obat Tradisional Ini Tak Pernah Sepi
Toko obat tradisional yang telah berdiri lebih dari satu abad di Kota Pontianak masih terus beroperasi dan melayani masyarakat hingga saat ini.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Toko Obat Mutiara yang berlokasi di Jalan Patimura No. 71 A tersebut kini dikelola oleh Sin She Tho Bun Lian (81), generasi penerus usaha keluarga yang telah dijalankan selama puluhan tahun.
- Sin She Tho Bun Lian mengungkapkan bahwa usaha tersebut merupakan warisan dari orang tuanya dan telah ia kelola selama lebih dari 60 tahun.
TRIBUNPONTIANAK.CO,ID, PONTIANAK - Toko obat tradisional yang telah berdiri lebih dari satu abad di Kota Pontianak masih terus beroperasi dan melayani masyarakat hingga saat ini.
Toko Obat Mutiara yang berlokasi di Jalan Patimura No. 71 A tersebut kini dikelola oleh Sin She Tho Bun Lian (81), generasi penerus usaha keluarga yang telah dijalankan selama puluhan tahun.
Sin She Tho Bun Lian mengungkapkan bahwa usaha tersebut merupakan warisan dari orang tuanya dan telah ia kelola selama lebih dari 60 tahun.
"Toko obat tradisional yang usianya udah lebih dari 100 tahun, ini turunan dari bapak saya. Obatnya semua dari China, impor di Jakarta ada agennya," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, Minggu 12 April 2026.
Ia mulai menekuni dunia pengobatan tradisional sejak usia 14 tahun dengan belajar langsung dari sang ayah. Bahkan, untuk memperdalam ilmu, dirinya pernah belajar hingga ke Tiongkok.Hingga kini, di usia yang sudah lanjut, ia masih aktif melayani pasien yang datang untuk berobat.
Suasana khas langsung terasa saat memasuki toko, dengan aroma herbal yang kuat. Pasien yang datang tidak hanya berasal dari Pontianak, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Ketapang dan daerah Hulu. Setiap harinya, tempat ini dipadati warga yang ingin mendapatkan pengobatan alternatif.
Baca juga: Ramai di Malam Hari, Toko Kopi Garco Pontianak Andalkan Menu Kopi Susu Padu Manis
Dalam proses pengobatan, setiap pasien akan diperiksa terlebih dahulu sebelum diberikan ramuan herbal sesuai dengan kondisi penyakitnya.
"Untuk pasien yang datang itu langsung kita periksa biar tahu dia ada penyakit apa saja. Untuk yang berobat ke saya, proses penyembuhannya tidak pasti, tergantung dia punya penyakit lama atau enggak. Kalau enggak lama, sebentar saja bisa baik, kalau lama, agak lebih beberapa paket baru bisa baik," jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa jenis penyakit yang ditangani cukup beragam, mulai dari gangguan lambung, maag, hingga penyakit serius seperti tumor dan kanker stadium awal.
Toko obat ini membuka layanan pemeriksaan setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
"Pemeriksaan mulai dari jam 09.00 sampai 12.00 siang saja, soalnya kalau lama saya terlalu capek. Namun untuk pembelian obat buka hingga sore hari," katanya.
Biaya pemeriksaan dipatok sebesar Rp50 ribu per orang, di luar biaya obat yang disesuaikan dengan jenis penyakit. Meski demikian, ia mengaku tetap mengedepankan sisi kemanusiaan dalam melayani pasien.
"Kalau memang dia sakit, dia kalau enggak punya duit, kan kita bisa dibantu," ungkapnya.
Lebih dari seribu jenis bahan herbal tersedia di toko tersebut, yang berasal dari berbagai rempah, akar, hingga bunga. Stok obat didatangkan dari agen di Jakarta sebelum persediaan habis.
Dengan tetap bertahannya usaha ini selama lebih dari satu abad, Sin She Tho Bun Lian berharap dapat terus membantu masyarakat yang membutuhkan pengobatan tradisional.
"Dengan membuka toko obat tradisional ini untuk membantu mereka yang memang membutuhkan bantuan. Kalau mereka sakit ya kami bantu," tutupnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Excavator DLH Sanggau Terbakar di TPA Sungai Kosak, Polisi Ungkap Dugaan Penyebabnya |
|
|---|
| Peresmian Pondok Sepuh di Seponti, Komitmen Pemkab Kayong Utara Perkuat Pendidikan Keagamaan |
|
|---|
| Sudah Ditimbun, Jalan Simpang Hilir Belum Diaspal, Gubernur Telah Siapkan Anggaran Pembangunan |
|
|---|
| Pengajian Akbar Muslimat NU, Pemkab Sintang Harap Lahir Muslimah Tangguh dan Berakhlak |
|
|---|
| Urbanus Pimpin KONI Sanggau untuk Masa Bakti 2026 - 2030 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/dijalankan-selama-puluhan-tahun.jpg)