Dissos Pontianak Klaim Telah Lakukan Pengawasan Terhadap Anak Yang Meminta-minta

Aswin Djafar tidak diperbolehkan. Pihaknya terus melakukan pengawasan, memang diakuinya masih kerab ditemukan masyarakat

Dissos Pontianak Klaim Telah Lakukan Pengawasan Terhadap Anak Yang Meminta-minta
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Dua orang KV dan OJ dengna membawa kaleng dan meminta-minta di warkop Jalan Siam. 

Dissos Pontianak Klaim Telah Lakukan Pengawasan Terhadap Anak Yang Meminta-minta

PONTIANAK - Masih ditemukannya anak-anak dijalanan untuk meminta-minta dan seharusnya menurut Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak, Aswin Djafar tidak diperbolehkan.

Pihaknya terus melakukan pengawasan, memang diakuinya masih kerab ditemukan masyarakat dan itu diluar pemantauan mereka.

Sebab pengawaaan tidak bisa dilakukan disemua titik dan waktu, karena keterbatasan personel dan pegawai yang ada di lingkungan Dinas Sosial Kota Pontianak.

"Memang kita akui masih ada ditemukan anak-anak-anak yang meminta, padahal itu tidak boleh dan dilarang, sebenarnya kita dalam artian sudah melakukan pengawasan, memang jadwal kita terbatas," ucap Aswin Djafar, Minggu (20/10/2019).

Baca: Bawaslu Kembali Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Melalui Kebudayaan Dan Kearifan Lokal

Baca: Kapolda Klaim Unras Mahasiswa di Kalbar Berjalan Damai

Baca: Masih Ada Warga Pontianak Minta-minta, Satarudin: Itu Bukti Masih Ada Keluarga Tidak sejahtera

Saat malam ada anak-anak yang terkesan dikoordinir meminta-minta di trafic light, sebetulnya pernah diamankan dinsos dan diberikan pembinaan.

"Kita hanya melakukan pengawasan sampai jam 10 malam. Namun banyak yang keluar diatas jam 10 malam sesuai dengan laporan warga," ucap Aswin.

Dinsos sudah mendata mereka yang mengemis, apabila yang bersangkutan warga Pontianak dan sudah cukup umurnya maka diberikan pelatihan.

"Kita sudah mendata pengemis yang warga Pontianak. Namun bagi yang berumur dibawah 17 tahun atau 15 tahunan kebawah belum bisa diberi Pelatihan karena masih anak-anak. Sehingga dikembalikan pada orangtua langsung," tambah Aswin.

Dinsos mempunya paket pelatihan bagi anak warga Pontianak, seperti gunting rambut, sablon, bagi perempuan ada rias.

Sedangkan bagi warga luar Pontianak Dinsos tidak ada pelatihan dan mereka dipulangkan kedaerahnya.

"Itulah selama ini sudah kita amankan dan dikembalikan kedaerahnya, karena tidak ada hukuman, mereka tidak melakukan kesalahan dan mereka datang lagi," ujarnya.

Selama ini Dinsos mengamankan anak-anak yang meminta-minta memang kebanyakan warga luar diakuinya.

"Kami data dan memang bukan warga Pontianak kebanyakan, bahkan ada yang dari Bandung, Jawa Barat datang di Pontianak untuk meminta-minta mengamen," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved