Kepala Sekolah Ditusuk

MOTIF Pembunuhan Kepala Sekolah di Sintang, Pengakuan Tersangka hingga Polemik Rumah Tangga

FS alias Turik pelaku pembunuh Sugimin, Kepala Sekolah SDN 24 Mensiap Baru, Kecamatan Tempunak sudah ditetapkan tersangka.

MOTIF Pembunuhan Kepala Sekolah di Sintang, Pengakuan Tersangka hingga Polemik Rumah Tangga
YOUTUBE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
MOTIF Pembunuhan Kepala Sekolah di Sintang, Pengakuan Tersangka hingga Polemik Rumah Tangga 

Padahal, perkawinannya dengan keponakan korban sudah bercerai dan dikembalikan ke orangtuanya.

“Saya diminta melengkapi surat perceraian dengan istri saya di jawa. Itu yang buat mengganjal."

"Dituntut surat cerai, lah saya mau nikah sama siapa wong sedangkan calon istri siri saya sudah saya serahkan kembali ke orangtuanya dan saling menerima."

"Lalu, dalam surat itu, kalau saya tidak melengkapi, saya diusir dari Desa mensiap Baru,” beber FS

Korban kata FS, meminta agar terduga pelaku segera melengkapi administrasi perceraiannya dengan istri sah yang saat ini ada di Jawa Tengah Tersebut.

“Tapi istri siri sudah cerai, dan sudah saya kembalikan. Kalau sebelum cerai, wajar dia nuntut seperti itu,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2017, FS menikah siri dengan PR yang tidak lain adalah keponakan Kepsek.

Pada tahun 2019, karena sudah tidak ada kecocokan, keduanya berpisah dan dikembalikan kepada orangtuanya.

Pada bulan Agustus 2019, terduga pelaku mendapat surat dari pihak kelaurga yang dikeluarkan oleh  perangkat dusun.

Dalam surat itu terduga pelaku diminta mengurus perceraian denga istri sah pelaku yang berada di jawa.

Apabila tidak dapat melengkapi surat tersebut pelaku diwajibkan pergi dari desa.

FS tidak menyangkal jika pisau yang digunakan untuk menusuk Sukimin dipersiapkan sejak awal.

Bahkan, dia menyebut, pisau dapur yang biasa digunakan untuk mengiris bawang itu dibawa untuk jaga-jaga.

Pisau dapur yang digunakan untuk menusuk Sukimin patah ketika digunakan FS menusuk perut korban.

“Tangkai patah, saat nusuk, badannya besar, berbalik, patah,” katanya ringan.

Terduga pelaku mengaku merasa bersalah atas perbuatannya.

Namun, nasi sudah menjadi bubur, perbuatan menghilangkan nyawa orang harus dipertanggunjawabkan oleh FS.

“Merasa bersalah, siapa orang yang niatnya sampai begini, saya pengen hidup tentram."

"Cuma saya gak terima, saya selalu dipermasalahkan,” kata FS. 

Pelaku Ancam Warga di Lokasi Kejadian

Terduga pelaku penusukan Sukimin, Kepsek SD 24 Mensiap Baru, Kecamatan Tempunak disebut sempat mengancam warga setelah menusuk korban sebanyak dua kali hingga menyebabkan ayah tiga anak itu meninggal dunia.

“Setelah (korban) ditusuk, ada warga lewat setelah itu, pelaku mengancam," kata Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Indra Asriyanto ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/10/2019).

"Jangan ikut campur, ini urusan saya,” lanjut Kasat menirukan ucapaan tersangka.

Masyarakat yang melihat tubuh Sukimin tergetak bersimbah darah tak gentar dengan ancaman FS.

Warga lalu memanggil warga lainnya untuk bersama-sama menangkap FS.

“Masyarakat panggil warga membantu, setelah itu bersama ditangkap,” ungkap Indra.

Kejadian penusukan Kepala Sekolah SD 24 Mensiap Baru, Kecamatan Tempunak itu tepat di depan gereja.

Menurut Indra, terduga pelaku sejak awal sudah menenteng pisau dapur sebelum mencegat korban.

“Waktu kami interogasi, pisau dapur itu sudah disiapkan sebelumnya."

"Ditaruh di saku. Saat cekcok dengan korban, spontan ditusuk,” ujar Indra.

Korban kata Indra, sudah diintai oleh pelaku hingga akhirnya dicegat di tengah jalan.

Pelaku bahkan sudah berada di lokasi 15 menit sebelum kejadian.

“Sudah diintai, terduga pelaku standby di situ, untuk dicegat."

"Indikasi awal niatnya sudah ada, ketika pisau itu dibawa, karena pisau itu dibawa sejak awal,” ungkapnya.

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved