Pemkab Mempawah Terima Bantuan KUBE, RS Rutilahu dan Perbaikan Sarana Prasarana dari Pusat

Bantuan pusat, tidak akan turun kalau tidak ada usulan pemkab dan rekomendasi dan pemprov

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TRY JULIANSYAH
Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar Bimtek Penerima Manfaat Bantuan Sosial Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu) dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Lingkungan di Wisma Chandramidi Mempawah, Selasa (15/10/2019).   

Pemkab Mempawah Terima Bantuan KUBE, RS Rutilahu dan Perbaikan Sarana Prasarana dari Pusat

MEMPAWAH - Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar Bimtek Penerima Manfaat Bantuan Sosial Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu) dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Lingkungan di Wisma Chandramidi Mempawah, Selasa (15/10/2019).

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Mempawah, Burhan mengatakan bantuan ini berasal dari Pemerintah pusat melalui Kementrian sosial. 

"Perlu diketahui dari 500 Kabupaten/kota salah satunya kabupaten Mempawah yang mendapat bantuan banyak kabupaten yang masih belum mendapat bantuan ini. Bantuan pusat, tidak akan turun kalau tidak ada usulan pemkab dan rekomendasi dan pemprov," ujar Burhan.

Baca: Warga Merasa Terbantu dengan Adanya SLRT Kota Pontianak

Baca: Topo Santoso: Kepentingan Individu dan Kelompok Harus Punya Solusi Agar tidak Saling Menggangu

Baca: Topo Santoso: Kepentingan Individu dan Kelompok Harus Punya Solusi Agar tidak Saling Menggangu

Ia mengatakan Bimtek ini bertujuan agar adanya persamaan persepsi dalam penyaluran dan penggunaan bantuan tersebut.

Selain itu ia menjelaskan untuk mendapatkan bantuan tersebut tentunya harus melalui prosedur yang telah diatur. 

 "Kegiatan ini untuk menyamakan  persepsi, kesamaan pendapat antara peserta untuk memberikan  informasi penjelasan dan tata cara penggunaan dana KUBE, RS-Rutilahu. Dan ada prosedur yang harus dipenuhi untuk menerima bantuan," katanya.

Pada Bimtek tersebut ia mengatakan diikuti oleh 127 peserta yang nantinya bertanggung jawab pada lancarnya program bantuan tersebut.

"Jumlah peserta inti 127 orang, camat 3 orang diantaranya Camat Segedong, Sungai Pinyuh, dan Mempawah Timur. Kepala Desa 5 orang, lurah 1 orang dinas 4 orang orang, pendamping KUBE 4 orang utusan kube 80 orang, utusan RTLH 10, sarana lingkungan 4 orang, TKSK 5 orang. Nantinya inilah yang bertanggung jawab dalam pelaksaan kegiatan ini, peserta tambahan 6 orang, kortek 1 orang, korkap PKH 1 orang, TKSK 4 orang," tuturnya.

Ia mengatakan  untuk bantuan tersebut dibagi kedalam setiap kelompok untuk masing-masing bantuan.

Sementara untuk pencairan diakuinya utnuk RTLH pencairab dana dilakukan sebanyak dua kali.

"Bantuan untuk KUBE 20 juta perkelompok, setiap kelompok terdiri dari 10 orang dengan total kelompok 40, sehingga titak banyuan untuk KUBE sebesar 800 juta rupiah. Sementara untuk RTLH ada 10 KK dengan setiap KK nya 15 juta namun pencairan dua kali jika pada tahap pertama tidak selesai maka tahap kedua tidak bisa dicairkan. Kemudian untuk perbaikan sarana dan prasarana ada dua kelompok, masing-masing kelompok 50 juta rupiah," paparnya.

Ia berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaiknya oleh penerima bantuan sehingga dapat bermanfaat secara berkesinambungan.

"Kami berharap kegiatan ini berlangsung secara berkesinambungan, jangan setelah diberikan kemudian di monev tahun depan kegiatannya sudah tidak ada. Nah kita harapkan kegiatan ini bersinambungan artinya diberikan  kambing, kambingnya beranak dan dijual dan bermanfaat setiap tahunnya, mari manfaatkan bantuan ini dan dapat dikembangkan," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved