Topo Santoso: Kepentingan Individu dan Kelompok Harus Punya Solusi Agar tidak Saling Menggangu

Namun yang jadi masalah bagaimana kepentingan setiap orang dan kelompok tidak menggaggu kepetingan orang lain.

Topo Santoso: Kepentingan Individu dan Kelompok Harus Punya Solusi Agar tidak Saling Menggangu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Foto saat Focus Group Discussion mengangkat tema " Merajut Harmonisasi Keberagaman Di Bumi Khatulistiwa Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia" yang berlangsung di Ruang Rektoran Untan, Selasa (15/10/2019). 

Topo Santoso: Kepentingan Individu dan Kelompok Harus Punya Solusi Agar tidak Saling Menggangu

PONTIANAK - Universitas Tanjungpura menggelar Focus Group Discussion mengangkat tema "Merajut Harmonisasi Keberagaman Di Bumi Khatulistiwa Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia" yang berlangsung di Ruang Rektoran Untan, Selasa (15/10/2019).

Guru Besar Fakultas Hukum UI, Prof Topo Santoso mengatakan yang nama perbedaan dan kepetingan dimana-mana juga ada baik individu maupun kelompok.

Namun yang jadi masalah bagaimana kepentingan setiap orang dan kelompok tidak menggaggu kepetingan orang lain.

"Kalau pun tergangggu harus ada mekanisme atau solusi untuk menyelesaikannya. Itulah makanya diperlukan hukum. Tapi hukum atau peraturan saja tidak cukup. Pasti ada budaya berhukum yang baik dan menyelesaikan segala persoalan dengan cara yang sebaik- baiknya yaitu deagan cara bermusyawarah," ujar  Topo Santoso.

Baca: FOTO: Maktab Pertahanan Angkatan Tentera Malaysia Berkunjung Ke Kantor Gubernur Kalbar

Baca: Komisi Belum Dibentuk, Ini Penjelasan Ketua DPRD Sanggau Sementara Yeremias Mersilinus

Ia mengatakan bangsa ini sudah di perjuangkan oleh founding father dan nilai-nilai yang sangat fundamental seperti pancasila dan subtansinya , begitu juga UUD 45 yang punya nilai luar biasa untuk peredam konflik dan sebagai sumber berbagai politik hukum nasional untuk mengatur berbagai sendi kehidupan.

"Sebetulnya yang kurang menurut saya bagaimana menggali jati diri sebagai bangsa apalagi di era sekarang mulai berpikir semua yang datang dari barat bagus padahal kita sendiri punya nilai dan kultur yang bagus dan yang sangat di puji oleh orang negara lain," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved