Kemacetan Parah Pasca Penutupan Jembatan Kapuas II, Sutarmidji Jadwal Ulang Perbaikan Jembatan

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji memerintahkan jajarannya mengevaluasi ulang penutupan Jembatan Kapuas II selama perbaikan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kemacetan parah akibat penutupan Jembatan Kapuas II di simpan empat Jalan Tanjungpura-Jalan Imam Bonjol, menuju Jembatan Kapuas I, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (14/10/2019) malam. Akibat kemacetan ini akhirnya Jembatan Kapuas II kembali dibuka. 

Adanya penutupan Kapuas II sangat mempengaruhi lalulintas Kapuas I. Sejak pukul 15.00 WIB kemacetan sudah terjadi. Bahkan menurut warga yang melintas kemacetan juga terjadi di bagian Pontianak Timur.

Reki (31) warga Tanjung Raya II mengatakan di Pontianak Timur kemacetan panjang terjadi, baik dari arah Tanjung Raya 2, maupun di Jalan Sultan Hamid II.

"Makin parah macetnya, biase jam 4 baru macet parah. Sekarang lebih awal sudah macet karena semue lewat sini (Kapuas I)," ucap Reki.

Bahkan menurutnya untuk melintas di Jembatan Kapuas I dari arah Pontianak Timur memakan waktu lebih dari 40 menit karena kemacetan tersebut.

Baca: JADWAL Terbaru Buka Tutup Jembatan Kapuas II

Baca: Gubernur Sutarmidji Umumkan Perubahan Jam Buka Tutup Jembatan Kapuas II Mulai Selasa 15 Oktober 2019

Baca: VIDEO: Jembatan Kapuas II Ditutup Total, Jalanan di Kota Pontianak Macet Parah

Ia berharap penutupan Jembatan Kapuas II tidak berlangsung lama, karena memberikan dampak kemacetan yang sangat parah di Jembatan Kapuas I.

“Mengapa sih perbaikinya siang hari, mengapa tidak malam saja yang tak banyak arus lalinnya,” kata dia.

Akibat penutupan Jembatan Kapuas II dari pukul 12.00-24.00 WIB dan pengalihan arus, memang berdampak drastis terhadap kepadatan lalulintas di dalam Kota Pontianak khususnya akses menuju Jembatan Kapuas I. Selain kepadatan di Jembatan Kapuas I, kondisi serupa juga terjadi pada penyeberangan feri.

Meski ada tiga unit feri yang melayani penyeberangan lintas Bardan-Siatan, antrean tetap saja mengular. Amin, satu di antara supir truk mengaku antre sejak pukul 13.00. Ia baru masuk ke feri penyeberangan pukul 17.00. "Terus yang boleh masuk ke feri minimal muatannya 7 ton," ujarnya.

Batasi Kapuas I

Meskipun adanya pengalihan arus, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi menegaskan Jembatan Kapuas I tetap untuk roda dua dan roda empat standar.

Halaman
1234
Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved