Kapolres Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Jelang Pelantikan Presiden

Dalam penyebaran berita hoax medsos berada diperingkat satu dalam penyebarannya, dengan angka 92,4 persen.

Kapolres Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Jelang Pelantikan Presiden
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ALFON PARDOSI
Kegiatan FGD di Mapolres Landak, Selasa (15/10/2019).   

Kapolres Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Jelang Pelantikan Presiden

LANDAK - Kapolres Landak, AKBP Ade Kuncoro Ridwan SIK mengajak para pelajar dan mahasiwa untuk bersama-sama menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) jelang pelantika Presiden.

Hal tersebut disampaikan AKBP Ade saat kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di ruang Balai Kemitraan Polisi Masyarakat (BKPM) Polres Landak.

Kegiatan FGD mengangkat tema, Peran Mahasiswa dan Pelajar Dalam Rangka Menjaga Situasi Kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Landak, Selasa (15/10/2019) pagi.

Baca: Fakta di Balik Aksi Balap Liar di Ketapang, Diduga Telah Terorganisir!

Baca: Disperindagkop Sekadau Segera Atasi Permasalahan Pemasaran Gula Aren

Kegiatan pun dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari perwakilan pelajar dan mahasiswa yang ada di Kabupaten Landak. Para Kepala Sekolah dan nara sumber yang diundang.

Kapolres dalam sambutannya saat membuka acara tersebut menitik beratkan tetap terjaganya situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Landak, menjelang, saat, dan pasca pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

"Perkembangan teknologi dan informasi begitu cepat dan sangat mudah diakses oleh siapa pun. Ini perlu diimbangi kematangan moral tiap individu, hingga tidak menimbulkan masalah sosial dalam masyarakat," kata AKBP Ade Kuncoro.

Baca: Pimpin Apel Konsolidasi Pasca Pleno Pilkades, Ini Yang Disampaikan Kabag Ops Polres Sekadau

Baca: Aksi Balap Liar Resahkan Warga Ketapang, Tonjolkan Bakat di Tempat yang Salah

Maka dari itu, mahasiswa dan pelajar perlu ketahui, sebagai pengguna media sosial yang dapat dan berpotensi menimbulkan masalah agar berhati-hati dalam menggunakan Medsos.

"Pepatah mengatakan bahwa kejahatan adalah bayang-bayang dari suatu peradaban yang perlu kita singkirkan dan jauhi. Saya ingatkan hati-hati dalam bermedsos, jangan memprovokasi atau menyebar hoax. Kita jaga bersama agar pelantikan Presiden berjalan lancar," pinta Kapolres.

Sementara itu Narasumber yang memberikan materi yakni dari Dinas Kominfo Landak Emi Riyanti SKM dan memaparkan berbagai aspek yang ada dalam menggunakan internet.

Dimana dari 262 juta penduduk Indonesia, ada 60 persen adalah pengguna Internet. Serta dari 80 persen dari jumlah pengguna tersebut adalah kaum millenial, yang usianya 20-29 tahun

"Dalam penyebaran berita hoax medsos berada diperingkat satu dalam penyebarannya, dengan angka 92,4 persen. Disusul aplikasi chat 62,8 persen," jelas Emi.

Lanjut dia, ada pun bahaya internet yang tersembunyi dibalik penggunaannya meliputi ciber bullying (kekerasan dan pelecehan melalui internet), cyber fraud (penipuan transaksi online), Porn (pornografi, video porno, gambar gambar asusila).

"Kemudian cyber gambling (perjudian berkedok permainan game) dan cyber stalking (penculikan kenalan medsos). Kepada adik-adik pelajar dan mahasiswa, mari kita jangan menjadi bagian pengguna bahaya internet. Tapi kita gunakan yang positif-positif saja," harapnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved