Disperindagkop Sekadau Segera Atasi Permasalahan Pemasaran Gula Aren

Kurangnya tenaga pembuat gula aren ditakutkan menjadi kendala ketika nantinya permintaan gula aren meningkat.

Disperindagkop Sekadau Segera Atasi Permasalahan Pemasaran Gula Aren
TRIBUNPONTIANAK/MARPINA SINDIKA WULANDARI
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Sekadau Hironimus 

Disperindag Sekadau Segera Atasi Permasalahan Pemasaran Gula Aren 

SEKADAU- Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Sekadau Hironimus menyikapai permasalahan yang dihadapi Bundes Desa Semabi terkait pemasaran produk hasil UKM nya.

Hironimus saat ditemui di ruangannya, Selasa (15/10/2019) menjelaskan bahwa saat ini permasalahan terkait produksi maupun pemasaran hasil produksi gula aren di Desa Semabi memang menjadi satu diantara prioritas.

"Setiap rapat memang sudah selalu kami bahas mengenai Desa Semabi ini, namun kita juga perlu bersabar karena prosesnya kan tidak mudah," ujar Kadis Perindag itu.

Baca: Disperindagkop Sanggau Belum Terima Keluhan dari Pedagang Terkait Pasokan Barang

Baca: VIDEO: Disperindagnaker Kabupaten Mempawah Akan Awasi Timbangan di Pasar

Hironimus mengatakan nantinya akan dilaksanakan pembinaan terhadap pembuat gula.

Dan juga terkait dengan perizinan untuk pemasaran produk lokal juga sedang diupayakan.

"Nantinya kami akan membuat suatu tempat khusus untuk menjual berbagai produk hasil UKM yang ada di Kabupaten Sekadau. Namun proses ini kan memerlukan waktu yang panjang yang cukup rumit," ujarnya.

Ia menyebut dalam waktu dekat akan dilakukan kunjungan khusus ke Desa Semabi.

Sebagai bentuk keseriusan Pemkab dalam menyikapi permasalahan tersebut.

Namun disamping itu ia juga menyampaikan kurangnya tenaga pembuat gula aren di Desa Semabi menjadi kendala lainnya dalam proses pengembangan industri lokal tersebut.

Kurangnya tenaga pembuat gula aren ditakutkan menjadi kendala ketika nantinya permintaan gula aren meningkat.

" Pembuatan gula aren ini kan tidak sembarang orang bisa. Dan kebanyakan itu orang tua, anak muda jaman sekarang sangat jarang ada yang bisa membuat gula aren ini. Ketakutan kita adalah ketika nantinya penerus dari pembuat gula aren ini tidak ada. Sedangkan permintaan pasar itu besar," jelasnya.

Sehingga ia pun berharap dalam waktu dekat permasalahan pemasaran dan tenaga pembuat gula aren ini dapat segera terselesaikan. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved