Fakta di Balik Aksi Balap Liar di Ketapang, Diduga Telah Terorganisir!

Bahkan di beberapa handphone yang berhasil diamankan, pihak Kepolisian juga menemukan grup-grup geng motor.

Fakta di Balik Aksi Balap Liar di Ketapang, Diduga Telah Terorganisir!
TRIBUNPONTIANAK/NUR IMAM SATRIA
Kasat Sabhara Polres Ketapang, AKP Novrial Alberti Kombo dan Kasat Lantas Polres Ketapang, AKP Aditya Octorio saat mengumpulkan handphone dan kunci motor para remaja yang terjaring operasi balap liar di jembatan Pawan V pada Minggu (13/10/2019) dini hari lalu. 

Fakta di Balik Aksi Balap Liar di Ketapang, Diduga Telah Terorganisir!

KETAPANG - Petugas gabungan dari Sat Sabhara dan Sat Lantas Polres Ketapang menemukan grup-grup WhatsApp balap liar di beberapa handphone para remaja yang terjaring operasi balap liar yang dilaksanakan pada Minggu (13/10/2019) dini hari lalu.

Diakui Kasat Sabhara Polres Ketapang, AKP Novrial Alberti Kombo, para remaja ini disinyalir menggunakan grup-grup WhatsApp untuk membuat janjian balapan liar.

Bahkan di beberapa handphone yang berhasil diamankan, pihak Kepolisian juga menemukan grup-grup geng motor.

Baca: Aksi Balap Liar Resahkan Warga Ketapang, Tonjolkan Bakat di Tempat yang Salah

Baca: Cegah Aksi Balap Liar, KPPAD Ketapang Desak Orang Tua Tegas Awasi Anak

Para remaja yang terjaring razia ini, diakui Kombo, di dominasi oleh pelajar, kurang lebih dari 46 pelajar aktif dari 93 remaja yang terjaring operasi.

"Di dalam handphone tersebut terdapat grup WhatsApp, dimana grup itu grup balapan liar. Jadi sebelum mereka balapan liar mereka janjian," terang Kombo saat dikonfirmasi di Mapolres Ketapang, Selasa (15/10/2019).

Terkait adanya indikasi taruhan, diakui Kombo pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Untuk perjudian dan taruhan masih kita dalami," jawabnya.

Untuk menekan angka kenakalan remaja, khususnya balapan liar yang saat ini sangat meresahkan masyarakat, kedepan pihaknya akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

Dengan menggandeng pihak terkait, seperti Komisi Perlindungan Anak Daerah, Dinas Sosial, pihak Sekolah, dan Polres Ketapang sendiri.

"Sama sama mensosialisasikan, menekankan kepada orangtua, kepada masyarakat, kepada anak - anak tersebut, untuk melalukan pengawasan kepada anak - anak tersebut," harapnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved