Tunggakan BPJS Pada Rumah Sakit Dapat Ganggu Cashflow, RSUD Kota Pontianak Terapkan Program SCF

Rumah Sakit Sultan Syarif Mohammad Alkadrie Kota Pontianak menjadi pilot projek di Kalbar dalam penerapan sistem Supply Chain Financing

Tunggakan BPJS Pada Rumah Sakit Dapat Ganggu Cashflow, RSUD Kota Pontianak Terapkan Program SCF
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE
Kepala Bagian Umum RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie, Surhaini 

Tunggakan BPJS Pada Rumah Sakit Dapat Ganggu Cashflow, RSUD Kota Pontianak Terapkan Program SCF

PONTIANAK - Rumah Sakit Sultan Syarif Mohammad Alkadrie Kota Pontianak menjadi pilot projek di Kalbar dalam penerapan sistem Supply Chain Financing (SCF).

Sistem ini diterapkan sebagai solisi mengatasi tunggakan BPJS Kesehatan pada pihak rumah sakit.

Kepala Bagian Umum RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie, Surhaini menjelaskan bahwa masalah tunggakan BPJS Kesehatan ini sudah menjadi isu masional.

Lanjut dijelaskannya adanya solusi yang diterapkan pada RSUD Kota Pontianak bahkan menjadi studi tiru bagi RSUD daerah lainnya.

Sebab dengan menunggaknya BPJS Kesehatan, dapat menggangu cashflow rumah sakit.

Baca: BPJS Ketenagakerjaan Evaluasi Kerjasama dengan Kejaksaan, Upaya Tingkatkan Kepatuhan

Baca: Masuk Komisi 9, Politisi PKS dari Kalbar Ini Siap Perjuangkan Masalah BPJS

Baca: Serikat Buruh Kalbar Tegas Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan 2020

“Penerapan SCF sudah dilakukan melalui Penandatangan Kesepakatan MoU bersama pihak RSUD, perbankan dan BPJS sejak 5 Oktober 2019 lalu," ucap Surhaini saat diwawancarai, Senin (14/10/2019).

SCF diharapkan menjadi solusi permasalahan tunggakan klaim BPJS sehingga operasional rumah sakit bisa berjalan dengan semestinya,.

Program SCF ini muncul karena adanya isu nasional mengenai defisit BPJS sehingga berdampak pada tunggakan pembayaran klaim rumah sakit.

Sementara operasional rumah sakit harus tetap berjalan, maka di ambil keputusan untuk untuk mencari solusi terbaik dengan memanfaatkan program SCF dari BPJS yang bekerjasama dengan perbankan.

Untuk RSUD Kota Pontianak, perbulannya tagihan pada BPJS mencapai Rp3,2 miliar, sedangkan tunggakan biasa mencapai tiga bulan.

Sistem SCF ini, pihak rumah sakit memberikan tagihan pada bank yang melakukan kerjasama dengan pihak BPJS. Kemudian perbankan mencairan tagihan rumah sakit dan kemudian BPJS yang membayarkan pada pihak bank.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved