Kapolres Mempawah Minta Jajarannya Bijak Bermedsos

Jadi tidak perlu mengomentari peristiwa yang kita tidak tau secara utuh peristiwa tersebut.

Kapolres Mempawah Minta Jajarannya Bijak Bermedsos
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso 

Kapolres Mempawah Minta Jajarannya Bijak Bermedsos

MEMPAWAH - Polres Mempawah terus berikan himbauan baik di jajarannya maupun masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial.

Bahkan menurut Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso pihaknya slelau menekan hal tersebut disetiap apel pagi.

"Menyikapi perkembangan mendsos yang beredar saat ini kami menyarankan terutama internal kami setiap apel juga kepada anggota agar bijak bersedia sosial," ujar Kapolres, Senin (14/10)

Menurutnya bijak bermedsos ini pula agar jajarannya tidak mudah mengomentari postingan dimedsos yang belum diketahui pasti kebenarannya.

"Jadi tidak perlu mengomentari peristiwa yang kita tidak tau secara utuh peristiwa tersebut. Kadang yang di posting di mendsos dan diketahui oleh kita sepotong, kita tidak pernah melihat secara utuh, maka jangan asal berkomentar," kata AKBP Didik Dwi Santoso.

Baca: Jelang Pilkades, Ini Persiapan Panitia Pilkades

Baca: Ujian Praktik SIM Bakal Dilaksanakan Secara Elektronik, Dilarang Pakai Jasa Calo

Kapolres juga meminta agar anggota menyampaikan hal tersebut kepada keluarganya.

"Terutama anggota dan keluarga bisa menjaga komentarnya terkait peristiwa apapun yang tidak dilihat secara langsung, bahkan melihat langsung juga jangan karena kita tidak bisa melihat secara keseluruhan peristiwa tersebut, kita tidak mengetahui komentar kita bisa menjadikan persoalan semakin rumit," ujar AKBP Didik Dwi Santoso.

Sementara untuk ke masyarakat diakuinya juga terus dilakukan sosialisasi terkait bijak bermedsos tersebut.

"Warga masyarakat setiap pertemuan melalui Bhabinkamtibmas dan tatap muka Kita menyampaikan melakukan kegiatan di medsos harus dipikirkan terlebih dahulu. Jangan berkomentar yang dapat menimbulkan persepsi negatif, kalaupun berita yang benar kalau dibicarakan berita itu ghibah, apalagi tidak benar itu kita menyebarkan fitnah," tuturnya.

Tentu hal ini juga diakuinhavyelah di atur dalam undang-undang bahkan ada sanksi hukum yang bisa di berlakukan.

"Merangkaikan dengan hukum ada aturannya di UU ITE, pasal 26,28 29, tidak diperbolehkan mengunggah dan berkomentar yang menimbulkan sara dan kebencian. Sementara sanksi hukum diatur di, pasal 45 minimal 4 tahun minimal 6 tahun bahkan 12 tahun. Kami ingatkan lebih bijak dalam hal ini media sosial belum tentu akun benar biasanya akun yang dibuat untuk membuat gaduh, dibuat untuk menimbulkan kekacauan," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved