Kapolda Kalbar Irjen Didi Rekomendasi 6 Solusi Pencegahan Karhutla

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono menawarkan 6 opsi atau rekomendasi terhadap pencegahan karhutla.

Kapolda Kalbar Irjen Didi Rekomendasi 6 Solusi Pencegahan Karhutla
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HADI SUDIRMANSYAH
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono 

Kapolda Kalbar Irjen Didi Rekomendasi 6 Solusi Pencegahan Karhutla

PONTIANAK- Dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang penanganan karhutla dan solusinya, bersama Forkopimda Kalbar yang digelar di Ballroom Ibis Hotel, Jl. Ayani Selasa (8/10).

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono menawarkan 6 opsi atau rekomendasi terhadap pencegahan karhutla.

Adapun 6 rekomendasi yang dirincikan tersebut diantaranya, perkiraan cuaca yang disampaikan BMKG, untuk tidak diumumkan langsung ke khalayak umum, tetapi kepada pejabat/instansi terkait yang berkompeten, terutama dalam penanggulangan kahutla.

"Contohnya perkiraan curah hujan satu minggu ke depan, hal ini berdampak pada pelaku atau masyarakat yang sengaja berbondong-bondong membakar lahan karena mengetahui akan adanya turun hujan," ujarnya.

Baca: Kapolda Kalbar: Dibanding 2015, Kebakaran Lahan di 2019 Menurun 87 Persen

Baca: Penyebab Utama Karhutla 1 Persen Karena Alam, 99 Persen Ulah Manusia

Selanjutnya, mendorong pemerintah daerah untuk membuat peraturan terkait sanksi administrasi, terhadap pelaku perorangan yang melakukan pembakaran lahan.

Ketiga, agar perusahaan menyiapkan tower, bukan hanya tower pemantau akan tetapi tower air di setiap lahan yang dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran, yang sewaktu-waktu terjadi kebakaran dapat langsung melakukan pemadaman.

Keempat, dana CSR yang di berikan dengan tepat sasaran dan juga bisa di berikan reward kepada para penjaga lahan perkebunan sebagai motivasi dalam bertugas.

Kelima, pemerintah daerah harus bisa membuat UMKM bagi petani, dengan mengalihkan lahan-lahan yang dapat menunjang kelangsungan hidup petani sesuai dengan tujuan dari pembangunan nasional.

Dan yang keenam, kepada Dinas Pendidikan diharapkan penanggulangan masukan ke pendidikan khsusunya bagi pelajar tingkat SMP dan SMA dengan tidak melepaskan kearifan lokal yang berlaku di masyarakat.

Karena pelajar sebagai generasi penerus dan penjaga dalam mengelola kelangsungan hidup kedepan.

"Fenomena karhutla di multidimensi dan memerlukan kolaborasi multipihak. Indonesia kompleks, aktif artinya pengendalian karhutla memerlukan kerjasama yang baik dari berbagai pihak yaitu TNI-POLRI, masyarakat, akademisi, korporasi, CSO, pemerintah, dan pemerintah daerah," pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved