Penyebab Utama Karhutla 1 Persen Karena Alam, 99 Persen Ulah Manusia

Sampai September 2019, Kapolda menyebutkan terdapat beberapa tindakan penegakan hukum yang dilakukan oleh instansi terkait di Kalimantan Barat.

Penyebab Utama Karhutla 1 Persen Karena Alam, 99 Persen Ulah Manusia
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono saat memberikan sambutan pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang penanganan karhutla dan solusinya, bersama Forkopimda Kalbar yang digelar di Ballroom Ibis Hotel, Jl. Ayani Selasa (8/10) 

Penyebab Utama Karhutla 1 Persen Karena Alam, 99 Persen Ulah Manusia

PONTIANAK - Polda Kalbar telah melakukan berbagai upaya pencegahan terhadap karhutla.

Diantaranya, upaya pencegahan, penanggulangan, maupun penegakkan hukum.

Dan yang telah dilakukan dengan upaya preemtif antara lain yaitu pemetaan hot spot, deteksi dini, melakukan dan sosialisasi kepada pihak perusahaan dan masyarakat.

"Selain itu kita juga melakukan kegiatan rakor gulkarhutla lintas instansi, pembentukan satgas gabungan tni polri bpbd dan masyarakat, melaksanakan doa bersama dan shalat istisqo (meminta hujan), memberdayakan peran bhabinkamtibmas, dan babinsa serta kades atau lurah sebagai kekuatan tiga pilar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Dan juga memberdayakan peran tokoh masyarakat dan mendorong pemda melakukan upaya sesuai tupoksinya," ujar Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono saat menghadiri FGD tentang Pencegahan Karhutla dan Solusinya di Ballroom Ibis Hotel Pontianak, Selasa (8/10/2019).

Baca: Polda Kalbar Tawarkan 6 Opsi Untuk Solusi Penanganan Karhutla

Baca: Pemadaman Karhutla Terkendala Sumber Air, Andri Sarankan Pemkab Bersihkan Aliran Parit

Baca: Disegel Polda Kalbar, Kades Asam Besar Berharap PT HSL dapat Berkomunikasi dengan Warga Setempat

Selain itu, Kapolda juga telah membuat dan mensosialisasikan maklumat tentang kewajiban, larangan, dan sanksi karhutla.

Upaya preventif antara lain dengan melakukan patroli bersama, patroli udara, membuat sekat bakar, membuat embung air, membuat sumur artesis, mendatangi Tkp, dan melakukan pemadaman bersama stake holders lainnya serta mengajak masyarakat dan perusahaan guna mengantisipasi kebakaran.

Kemudian melaksanakan gelar peralatan menghadapi operasi bina karuna di polda kalbar maupun di kantor gubernur, dengan melibatkan stake holders terkait dan elemen masyarakat yang peduli dengan pencegahan karhutla.

Untuk upaya penegak hukum, lanjut Didi, dilakukan dengan mendatangi Tkp, melakukan kegiatan lidik, sidik, saksi ahli, gelar perkara dan menyerahkan berkas, barang bukti dan tersangka ke jaksa penuntut umum.

Memasang spanduk pemberitahuan tentang larangan aktivitas di beberapa lahan korporasi yang terbakar.

Halaman
12
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved