Kapolres Sebut 4 Perusahaan di Sintang Dalam Status Penyelidikan Kasus Karhutla

Polres Sintang juga melaksanakan giat preventif yaitu dengan melakukan apel gabungan penanganan karhutla

Kapolres Sebut 4 Perusahaan di Sintang Dalam Status Penyelidikan Kasus Karhutla
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MARPINA WULANDARI
Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariadi saat memaparkan terkait penanganan Karhutla pada rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka penanggulangan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) di Kabupaten Sintang yang diselenggarakan di Gedung Pancasila, Senin (23/09/2019). 

Kapolres Sebut 4 Perusahaan di Sintang Dalam Status Penyelidikan Kasus Karhutla

SINTANG - Kapolres Sintang. AKBP Adhe Hariadi mengatakan Polres Sintang sudah banyak melakukan pencegahan Karhutla. Menurutnya, menjadi komponen penting dalam penuntasan kasus kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Sintang,

Hal itu disampaikannya pada rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka penanggulangan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)  di Gedung Pancasila, Sintang, Senin (23/9/2019).

Dijelaskan AKBP Adhe Hariadi pencegahan Karhutla yang dilakukan Polres Sintang diantaranya melalui giat preemrif. Yaitu dengan sosialisasi door to door terkait larangan KARHUTLA, melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat, memasang banner larangan KARHUTLA, membuat pamflet himbauan larangan KARHUTLA, sosialisasi KARHUTLA melalui sosial media dan membuat maklumat kepolisian.

Tak hanya giat preemrif, Polres Sintang juga melaksanakan giat preventif yaitu dengan melakukan apel gabungan penanganan karhutla. Melaksanakan patroli gabungan dan pengecekan serta pemadaman titik api.

Baca: Orangutan jadi Korban Karhutla di Ketapang, Begini Kondisinya

Baca: VIDEO: Kapolres Mempawah Sebut Dua Perusahaan Diduga Lalai Karena tak Punya Alat Pemadam Karhutla

“Saya yakin kepala desa, camat, kapolsek dan danramil sudah melakukan himbauan, tapi dampaknya sama-sama kita bisa lihat, kalau tidak ada asap berarti pembakaran ini bisa diatur. sekarang buktinya masih ada asap dan yang dirugikan adalah masyarakat” ungkap AKBP Adhe Hariadi.

Usai kegiatan, AKBP Adhe Hariadi mempertegas, pada kasus 6 orang terduga pelaku pembakaran hutan dan lahan pada bulan Agustus 2019 lalu yang telah ditangkap hingga kini masih menjalani penyidikan.

Namun keenam terduga yang merupakan masyarakat desa di Kabupaten Sintang ini tidak menjalani penahanan, akan tetapi proses hukum tetap berlanjut.

Sedangkan untuk perusahaan yang sudah disegel, Kapolres Sintang itu mengatakan masih dalam proses penyidikan. Yang mana nantinya jumlah tersebut dapat bertambah seiring dengan proses penegakan hukum yang berlaku.

"Nanti yang lain sambil berjalan kita akan lakukan penindakan. Kita sudah lakukan koordinasi dengan Pak Bupati. Kami tidak mau melakukan penyegelan yang hanya untuk Polri. Maksud kami ya kalau kami melakukan penyegelan kami melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Dengan Forkopimda, sama-sama kita ke lokasi melakukan penyegelan itu," ungkap AKBP Adhe Hariadi

Halaman
12
Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved