Berikut ini Prospek Hujan dari BMKG Klimatologi Mempawah

Kepala Stasiun Klimatologi Mempawah Syafrinal menjelaskan Sebagian besar wilayah Kalimantan Barat didominasi oleh wilayah non Zona Musim

Berikut ini Prospek Hujan dari BMKG Klimatologi Mempawah
Kolase
Peringatan Dini BMKG untuk Wilayah Kalbar di Hari Pencoblosan Rabu 17 April 2019 

Berikut ini Prospek Hujan dari BMKG Klimatologi Mempawah

PONTIANAK - Kepala Stasiun Klimatologi Mempawah Syafrinal menjelaskan Sebagian besar wilayah Kalimantan Barat didominasi oleh wilayah non Zona Musim.

Menurutnya Kalbar bisa dikategorikan sebagai wilayah yang tidak memiliki batas jelas antara musim hujan dan
musim kemarau.

"Kalimantan Barat sendiri cenderung terjadi hujan sepanjang tahun," ujarnya.

Kendati demikian terdapat juga Wilayah yang memiliki musim (Zona Musim) di Kalbar yakni Kabupaten Ketapang Bagian Selatan.

Awal Musim Hujan normalnya terjadi pada bulan Dasarian III September (akhir bulan september) dengan panjang musim hujan adalah 31 dasarian.

"Normal curah hujan untuk wilayah non ZOM adalah 2719 mm," ujarnya.

Baca: BMKG Siang Ini Kapuas Hulu Berpotensi Hujan Lokal

Baca: Pesawat Casa 212 Sudah Disiapkan Bantu Membuat Bibit Hujan

Baca: Cuaca Hari Ini di Kapuas Hulu Prediksi BMKG Masih Terjadi Kabut Asap

Analisis Awal Musim Hujan di wilayah Kabupaten Ketapang Bagian Selatan di prediksi terjadi pada dasarian II (tanggal 11 - 20 Oktober 2019) atau mundur 2 dasarian dibandingkan Normalnya.

"Sifat Hujan pada musim hujan diprakirakan akan sama dengan normalnya atau secara klimatologis disebut sebagai Normal," ujarnya.

"hari ini sudah hujan di Sebagian Sambas, Bengkayang, Mempawah, dan Kubu raya," ujarnya.

Ia menjelaskan curah hujan kumulatif pada daerah non Zom (seluruh Kalbar kecuali Ketapang Selatan) selama periode Oktober 2019 - Maret 2020, diprakirakan umumnya berkisar antara 1501 - 2000 mm, kecuali untuk wilayah Non ZOM 36 (Kab. Kapuas Hulu) diprakirakan akan lebih basah dari normalnya dengan curah hujan >2000 mm.

"Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada munculnya genangan air, terutama diwilayah pesisir akibat peningkatan curah hujan pada bulan Desember di beberapa wilayah Kalimantan barat," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga melansir selama sepakan informasi kualitas udara berdasarkan pantauan alat kualitas udara particulate matter (PM10) pada hari ini Jumat (20/9/2019) konsentrasi PM10 tertinggi yakni 500 ug/m3 dan masuk dalam kategori berbahaya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved