BPBD Kalbar Keluarkan Ratusan Juta Rupiah Atasi Karhutla 2 Bulan Ini, Tak Termasuk Water Bombing

Anggatan tersebut digunakan untuk biaya operasional personel yang turun dan membeli bahan bakar untuk mesin penyemprotan.

BPBD Kalbar Keluarkan Ratusan Juta Rupiah Atasi Karhutla 2 Bulan Ini, Tak Termasuk Water Bombing
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Kepala BPBD Provinsi Kalbar Christianus Lumano saat di temui Tribun di Kantornya, Kamis (8/8/2019) Tribun Pontianak Ferryanto. 

BPBD Kalbar Keluarkan Anggaran Cukup Besar Atasi Karhutla di Dua Bulan Terakhir, Tak Termasuk Biaya Water Bombing

PONTIANAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar telah mengeluarkan anggaran cukup besar untuk pemadaman api yang melanda beberapa waktu terakhir ini.

Menurut Kepala BPBD Kalbar, Lumano pihaknya telah mengeluarkan anggaran sekitar Rp180 juta khusus kegiatan memadamkan lahan yang terbakar selama dua bulan belakangan.

Anggatan tersebut digunakan untuk biaya operasional personel yang turun dan membeli bahan bakar untuk mesin penyemprotan.

"Kalau total penganggaran untuk kebencanaan di 2019 sebesar Rp2,1 miliar. Anggaran itu bukan hanya untuk Karhutla, penanganan Karhutla selama dua bulan terakhir telah dikeluarkan BPBD Kalbar mencapai Rp180 jutaan," ucap Lumano saat diwawancarai, Selasa (17/9/2019).  

Baca: Warga Kubu Raya Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembakar Lahan, Ini Komentar Kepala BPBD Kalbar

Baca: BPBD Kalbar Siap Bertugas ‘Zero-kan Hotspot’ Kalbar, Ini Dia Strateginya

Lanjut dijelaskannya tim yang turun memadamkan api biasanya kurang lebih 20 orang karena ada beberapa mesin yang diturunkan.

Terkait water bombing, BPBD Kalbar tidak mengetahui berapa besar anggarannya.

Sebab tidak memegang kontrak yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pihak ketiga yang ditunjuk.

"Water bombing itu, kontraknya langsung BNPB dengan pihak ketiga, sedangkan BPBD hanya berkewenangan mengatur dimana giat helikopter. Tapi saya yakin anggarannya ratusan juta juga," tegas Lumano. 

Baca: Kepala BPBD Kalbar Sebut Wilayah Kubu Raya Jadi Atensi Utama Kasus Karhutla

Baca: BPBD Kalbar Siap Upayakan Pencegahan Karhutla, Harap Zero Hot Spot

Kemudian ditanya masalah kerugian dari Karhutla ia memastikan memang besar, namun sampai saat ini belum dihitung.

"Kalau 2015 lalu kerugian secara nasional mencapai Rp221 Triliun. Kalau dilihat kondisi sekarang dengan 2015, memang masih jauh tapi kerugian yang ditimbulkan tetap besar," pungkasnya. 

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved