BPBD Kalbar Siap Bertugas ‘Zero-kan Hotspot’ Kalbar, Ini Dia Strateginya

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia telah memberikan dukungan untuk personil BPBD Kalbar.

Editor: Didit Widodo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan barat, H.Sutarmidji bersama Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Herman Asaribab, Kapolda Kalbar, Irjen Didi Haryono dan sejumlah pejabat lainnya meninjau peralatan BNPB usai apel Siaga Darurat Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan provinsi Kalimantan Barat tahun 2019 di Lapangan kantor Gubernur Kalbar, Jalan A Yani, Pontianak, Selasa (23/7/2019). Apel dengan tema "Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita".BNPB membentuk satgas gabungan karhutla yang melibatkan pemprov, pemerintah kabupaten/kota, TNI dan Polri, satgas gabungan karhutla ini nantinya akan ditempatkan di 100 desa/kelurahan yang rawan terjadi Karhutla. Satgas gabungan karhutla terdiri dari 1000 personil TNI, 205 personil Polri, 105 orang anggota BPBD dan 205 orang masyarakat. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Septi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, Lumano menyatakan pihaknya juga siap mencegah kasus Karhutla di Kalbar dengan harapan dapat menjadi nol titik hospot.

"Kita juga akan kerja sama dengan TNI-Polri dan masyarakat peduli api. Pokoknya semua masyarakat, stakeholder. Sehingga memang tingkat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Kalau bisa zero (nol) hostpot," ujarnya usai apel pasukan Operasi Bina Karuna Kapuas 2019 di Jl Angkasa Pura II, Kabupaten Kubu Raya (KKR), Rabu (24/7/2019) pagi,

Lanjutnya, dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia telah memberikan dukungan untuk personil BPBD Kalbar.

"Kita sudah support (dukung) dari BNPB RI dengan, kemarin gelar pasukan 1.512 orang nanti akan di turunkan ke 100 desa dan kelurahan, jadi semua kabupaten dan kota dapat," terangnya.

Kepala BPBD Kalbar, Lumano.
Kepala BPBD Kalbar, Lumano. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI)

Dari sarana dan prasarana untuk mendukung pencegahan Kasus Karhutla sehingga dapat mengakses wilayah-wilayah yang sulit di jangkau. BPBD memiliki lima helikopter, empat di antaranya adalah water Booming (WB) dan satu untuk patroli.

"Yang paling banyak, masih Kubu Raya. Karena lahan gambutnya juga luas dan kebetulan dekat dengan bandara, jadi memang atensi kita tetap Kubu Raya," ungkapnya. (mg2)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved