BEM Untan Gelar Dialog Terbuka ''Menjaga Toleransi dalam Merawat Keberagaman di Indonesia''
Hadir langsung Ketua FKUB Kalbar, Dr. Ismail Ruslan, Waaster Kasdam XII/TPR, Ahmad Syaikhu, S.Ag dan mahasiswa.
BEM Untan Gelar Dialog Terbuka Menjaga Toleransi Dalam Merawat Keberagaman di Indonesia
Citizen Reporter
Rokib
Mahasiswa Untan
PONTIANAK - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tanjungpura (Untan ) menggelar dialog terbuka dengan tema "Menjaga Toleransi Dalam Merawat Keberagaman di Indonesia". Kegiatan dilaksanakan di Kampus Untan, Sabtu (14/9/2019).
Hadir langsung Ketua FKUB Kalbar, Dr. Ismail Ruslan, Waaster Kasdam XII/TPR, Ahmad Syaikhu, S.Ag dan mahasiswa.
Presiden Mahasiswa BEM UNTAN, Kaharudin menyampaikan dalam hal itu, pihaknya sebagai mahasiswa independen akan banyak sekali rencana kedepan, satu diantaranya adalah melakukan dialog terbuka.
"Sebenarnya kami mengundang dari berbagai instansi seperti Polda, tokoh agama dan lainnya. Akan tetapi mungkin karena waktu yang bersamaan sehingga tidak bisa menghadiri di acara dialog ini," ujarnya.
Kemudian Kaharudin juga menyebutkan program yang akan dilakukan selanjutnya akan melakukan kordinasi dengah lembaga-lembaga mahasiswa yang lain untuk menjaga toleransi di Indonesia.
Baca: FISIP Untan Hut ke-54, Alumni Harap Terus Cetak Generasi Penerus Bangsa
Baca: Hut ke-54 FISIP Untan, Ihsan Berharap Terus Cetak Generasi Penerus Bangsa
Menurut Kaharudin, mungkin dengan menjaga toleransi antar mahasiswa nantinya bisa diaplikasikan kepada masyarakat.
Ia menilai bahwa dikalangan mahasiswa sangat jarang terjadi konflik, akan tetapi masalah atau konflik itu dibawa dari luar. Dari hal itulah mahasiswa mudah terpengaruh oleh isu-isu yang datang dari luar .
"Maka harapan kami mahasiswa bisa mengkaji masalah yang datang dari luar dan bertindak sesuai dengan pemikiran mereka sendiri," harapnya.
Ahmad Syaikhu, menyampaikan kepada generasi muda agar bisa menjaga selalu menjaga rasa toleransi agar tercipta suatu keamanan dan kedamaian bagi warga Indonesia khsusunya Kalimantan Barat.
Ia juga menuturkan kepada generasi muda agar tetap saling memahami dan tidak saling menyalahkan.
Baca: Mahasiswa KKN RKPB Untan Bangun Desa Sentra Kopi Liberika Kayong Utara
Baca: Gali Potensi Desa, Mahasiswa KKN Revolusi Mental Untan 2019 Temukan Potensi Wisata
"Ketika mulai merasa menang sendiri merasa paling baik sendiri. Nah disitu sudah awal kehancuran, sehingga yang lain disalahkan dan saling menyalahkan, oleh karenanya generasi muda harus memahami hal itu, agar kita bisa lebih maju, lebih baik, lebih berkopetensi yang baik untuk Indonesia lebih maju," jelasnya.
Menurut Dr. Ismail Ruslan, terjadinya perbedaan atau ketidak sepaham dapat dirasakan bahwa di Negara Indonesia itu sangat beragam hudaya. Dan itu memang sudah diciptakan perbedaan itu.
Maka Ia menghimbau kepada generasi muda ataupun mahasiswa agar tetap menjaga nilai persatuan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan.