BEM Untan Gelar Dialog Terbuka ''Menjaga Toleransi dalam Merawat Keberagaman di Indonesia''
Hadir langsung Ketua FKUB Kalbar, Dr. Ismail Ruslan, Waaster Kasdam XII/TPR, Ahmad Syaikhu, S.Ag dan mahasiswa.
Sebagaimana Ia menilai bahwa mahasiswa bukan lagi sebagai anak-anak. Sehingga mahasiswa disebut juga sebagai generasi yang mandiri dan berada di level yang sudah tinggi, maka itu perlunya memahami terkait perbedaan agama, suku, adat istiadat.
Baca: Beredar Surat Pengunduran Diri Bupati Bengkayang di Medsos, Ini Tanggapan Pengamat Politik Untan
Baca: Mobil Jokowi Mogok di Bundaran Untan saat Kunjungan Kerja di Pontianak Kalimantan Barat
"Tidak lagi memikirkan perbedaan justru memikirkan bagaimana menggali perbedaan itu menjadi potensi contoh menjadikan festival budaya itu kan lebih mantap, durian aja ada festival. Jadi mahasiswa harus ada kegiatan nyata tidak hanya ide-ide dipikiran saja, jadi harus diaplikasikan diberbagai hidang melalui seni, pencinta alam dan lain sebagainya," imbuhnya.
Maka Ia menghimbau kepada generasi muda ataupun mahasiswa agar tetap menjaga nilai persatuan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan.
Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak