Soal Kabut Asap dan Kebakaran Lahan, Perusahaan Sawit di Kapuas Hulu Mengelak

"Tetapi terjadi di lahan masyarakat, namun perusahaan turut membantu memadamkan api di lingkup izinnya," ujar perwakilan PT Kencana Group, Elikson

Soal Kabut Asap dan Kebakaran Lahan, Perusahaan Sawit di Kapuas Hulu Mengelak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NUR IMAM SATRIA
ILUSTRASI / Kabut asap akibat kebakaran lahan di Desa Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang. 

Soal Kabut Asap dan Kebakaran Lahan, Beberapa Perusahaan Sawit di Kapuas Hulu Mengelak

KAPUAS HULU - Pihak perusahaan sawit di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, mengakui adanya titik api di area izin perusahaan namun bukan dilakukan oleh perusahaan untuk kepentingan pembukaan lahan baru.

"Tetapi terjadi di lahan masyarakat, namun perusahaan turut membantu memadamkan api di lingkup izinnya," ujar perwakilan PT Kencana Group, Elikson Tiga Toro saat menghadiri acara rakor masalah Karhutla di Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu, Kamis (12/9/2019).

Perwakilan PT Kencana Group, Dwi Prasetyo juga menyatakan bahwa pihaknya sering mengadakan sosialisasi terkait teknis pemadaman api sebelum musim kemarau dengan melibatkan unsur Muspika. 

Baca: Gelar Rakor Karhutla, Ini Harapan Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir

Baca: Wabup Kapuas Hulu Hadiri Rakornis TMMD di Kodam XII/Tpr, Antonius L Ain Pamero Nyatakan Dukungan

Baca: Ikut Merumuskan Kebijakan Teknis, Ini Tugas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kapuas Hulu

"Kebakaran itu terjadi di dalam izin lokasi namun lahan yang belum dikuasai oleh pihak perusahaan. Ada puluhan Dusun yang membakar lahan untuk berladang karena tradisi turun-temurun. Namun tidak ada satu pun pohon sawit milik perusahaan yang terbakar. Semua terkendali. Alat damkar lengkap dan sering didemonstrasikan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu, Abdurrasyid, meminta klarifikasi secara tertulis kepada tiap-tiap perusahaan perkebunan sawit di wilayah Kapuas Hulu.

"Masalah Karhutla, baik milik pemerintah maupun perusahaan berkomitmen mendukung, di mana perusahaan wajib melaporkan rutin setiap peristiwa yang terjadi selama musim kemarau berlangsung terutama kegiatan sosialisasi," ungkapnya. 

Udate berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved