Gelar Rakor Karhutla, Ini Harapan Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir

"Tolong masyarakat mengindahkan peringatan dari aparat. Karena terkait karhutla di Kapuas Hulu sudah ada tersangka," ucapnya.

Gelar Rakor Karhutla, Ini Harapan Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Kapuas Hulu AM Nasir 

Gelar Rakor Karhutla, Ini Harapan Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir

KAPUAS HULU - Forkompinda di Kabupaten Kapuas Hulu telah mengelar rapat koordinasi terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) wilayah izin usaha perkebunan kelapa sawit tahun 2019 di Kabupaten Kapuas Hulu.

Acara Rakor tersebut berlangsung di Aula Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (12/9/2019). Dihadiri langsung Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir SH, Waka Polres Kapuas Hulu Kompol Alber Manurung, Kadis Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu Rasyid, Kasat Satpol PP Kapuas Hulu Rupinus, perwakilan Kodim 1206 Putussibau, dan para tamu undangan lainnya.

Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir SH menyatakan, kalau pihaknya sudah berusaha dengan semaksimal mungkin untuk mengantisipasi karhutla, yakni dengan membentuk satgas karhutla, yang ditempatkan di tiap-tiap Kecamatan. 

Baca: Wabup Kapuas Hulu Hadiri Rakornis TMMD di Kodam XII/Tpr, Antonius L Ain Pamero Nyatakan Dukungan

Baca: Ikut Merumuskan Kebijakan Teknis, Ini Tugas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kapuas Hulu

"Saat ini musim membakar ladang sudah lewat yakni pada bulan Agustus 2019 lalu, namun diherankan pada bulan September ini masih pula terdapat titik panas (hotspot)," ujarnya.

Nasir menjelaskan, data dari LAPAN yang dirilis BMKG per tanggal 5 September 2019 lalu, di Kapuas Hulu sendiri memiliki 453 hotspot. Maka dari itu, harus ada penindakan hukum bagi pelaku pembakaran sesuai anjuran dari Kapolda Kalbar. 

Baca: Profil Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan di Kapuas Hulu

Baca: Ini Prediksi BMKG Cuaca di Wilayah Kapuas Hulu

"Tolong masyarakat mengindahkan peringatan dari aparat. Karena terkait karhutla di Kapuas Hulu sudah ada tersangka," ucapnya.

Dengan ini Nasir meminta, kepada perusahaan untuk mengklarifikasi mengenai lahan perusahaan yang terdeteksi hotspot dan konsesinya terjadi kebakaran.

"Saya sangat memahami kondisi di lapangan. Tentunya semua sudah bekerja maksimal untuk mengantisipasi titik api. Namun juga tentunya pasti ada kendala," ungkapnya. 

Udate berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved