Kapolda Kalbar Bersama Bupati Kubu Raya Tinjau Karhutla di Kubu Raya

Usai melakukan video conferenter kait karhutla‎, Kapolda Kalbar Irjen Pol H Didi Haryono meninjau lokasi kebakaran di wilayah Kubu Raya.

Kapolda Kalbar Bersama Bupati Kubu Raya Tinjau Karhutla di Kubu Raya
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kapolda Kalbar bersama Bupati Kubu Raya tinjau Karhutla di Kubu Raya 

Kapolda Kalbar Bersama Bupati Kubu Raya Tinjau Karhutla di Kubu Raya

KUBURAYA - Usai melakukan video conferenter kait karhutla‎, Kapolda Kalbar Irjen Pol H Didi Haryono meninjau lokasi kebakaran di wilayah Kubu Raya.

Diwilayah yang di tinjau itu disekitar PT Mar Kubu Raya yang juga terdapat hutan lindung dan lokasi perkebunan milik rakyat.

Kapolda Kalbar bersama Bupati Kubu Raya H Muda Mahendrawan dan TNI menuturkan terkait karhutla saat ini sedang dilakukan penyelidikan kepastian kepemilikan areal lahan yang terbakar.

Kapolda Kalbar menuturkan pihaknya akan mengacu pada Pergub Karhutla agar dijadikan satu landasan untuk ditindaklanjuti di tingkat lapangan.

Baca: VIDEO: Tetapkan 2 Korporasi Tersangka Karhutla, Polda Kalbar Masih Tunggu Hasil Keterangan Ahli

Baca: Polda Kalbar Masih Selidiki Satu Perusahaan Terkait Kasus Karhutla

"Karhutla di Kalbar, berdasarkan data terdapat 56 tersangka dari 45 laporan. Hal tersebut walaupun sudah ditindaklanjuti tapi masih terjadi bencana asap bahkan sampai mengganggu Tranportasi udara, dan berdampak pada kesehatan. Oleh karena itu, upaya masiv yang dilakukan seharusnya adalah Pencegahan untuk tidak terjadi karhutla,” kata Kapolda Kalbar

Berdasarkan Pergub nomor 39 tahun 2019 yang substansinya adalah apabila ada hotpsot di lahan konsesi (yang ijinnya diterbitkan oleh bupati) apabila disengaja, maka lahan konsesi akan dipending selama 5 tahun, apabila tidak sengaja maka akan dipending 3 tahun.

"Data polda Kalbar 1-31 agustus 2019, pada bidang kehutanan, Polda Kalbar sudah memiliki data beberapa korporasi yang lahannya terdapat hotspot, yang nantinya Per 7 September Roops Polda Kalbar akan meneruskan data hotspot, ke jajaran polda Kalbar, Bupati, dan Dinas terkait,” pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved