VIDEO: Tetapkan 2 Korporasi Tersangka Karhutla, Polda Kalbar Masih Tunggu Hasil Keterangan Ahli

Wadirkrimsus Polda Kalbar AKBP Pratomo mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah menetapkan 2 korporasi di wilayah Kabupaten Sanggau

VIDEO: Tetapkan 2 Korporasi Tersangka Karhutla, Polda Kalbar Masih Tunggu Hasil Keterangan Ahli

PONTIANAK - Wadirkrimsus Polda Kalbar AKBP Pratomo mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah menetapkan 2 korporasi di wilayah Kabupaten Sanggau sebagai tersangka atas kebakatan hutan dan lahan di wilayah tersebut.

Hal ini disampaikannya di Mapolda Kalbar kepada awak media, Selasa (10/9/2019).

Kendati sudah menetapkan tersangka terhadap perusahaan, namun pihaknya masih belum menetapkan siapa orang di perusahaan tersebut yang bakal di tetapkan sebagai tersangka.

"Untuk Kompani (perusahaan) nya sudah tersangka, tapi untuk yang bertanggung jawab dalam perusahaan itu, terkait kebakaraan hutan dan lahan, kita lagi periksa ahli korporasi, yang bertanggung jawab terhadap perusahaan yang berbadan hukum seperti ini, apabila ada kejadian seperti ini, siapakah personel yang bertanggung jawab, Nah itu kita meminta ahli korporasi, saya belum bisa sebutkan nama orangnya, kalau perusahaannya tadi PT S I S U dan PT S A P, Posisinya di Sanggau,"ungkapnya.

Baca: Polda Kalbar Masih Selidiki Satu Perusahaan Terkait Kasus Karhutla

Baca: FOTO: Tim 2 Resmob Diskrimum Polda Kalbar Bawa DM Residivis ke RS Untuk Dapat Perawatan Medis

Baca: Polda Kalbar Hadirkan 6 Tersangka Berikut Barang Bukti Pembakar Lahan

"Nanti inikan untuk sanksinya gimana pidananya gimana nanti nunggu putusan hakim, kedepannya kita juga akan bertindak lebih keras lagi ke perusahaan-perusahaan yang di ketemukan lahan dalam konsesinya ada kebakaraan,"timpalnya.

Kemudian, dirinya mengungkapkan pula bahwa dalam waktu dekat pihaknya juga akan menindak beberapa korporasi terkait kebakaraan hutan dan lahan.

Sebelumnya, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Didi Haryono mengungkapkan dalam konferensi pers yang di gelar di Mapolda jajaran Polda Kalbar telah mengungkapkan 50 kasus karhutla dan telah menetapkan 58 Tersangka, yang dimana 2 di antaranya merupakan Korporasi.

"Kasusnya ada 50, tersangkanya ada 58,"katanya.

Jendral asal Kalbar itu menambahkan bahwa ada 3 instrumen hukum yang pihaknya jadikan dasar sebagai penindakan terkait kasus Karhutla ini.

"Yang pertama adalah undang - undang lingkungan hidup, yang kedua undang undang perkebunan, dan yang ketiga undang - undang kehutanan,"ungkapnya.

Kapolda menekankan bahwa untuk saat ini tidak boleh ada sama sekali pembakaran lahan, ditekannya bahwa bila ada yang membakar lahan maka pihaknya akan langsung memproses.

Sanksi yang paling rendah kepada para pembakar lahan yakni 3 tahun penjara dan paling lama 10 tahun, dengan denda 3 milyar hingga 10 Milyar rupiah.

"Masalah alam itu vital, terutama bagi kesehatan, dan masalah perekonomian,"ungkapnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved