UPDATE Kasus OTT KPK Terhadap Bupati Suryadman Gidot hingga Desakan Usut Tuntas Warga Bengkayang
UPDATE Kasus OTT KPK Terhadap Bupati Suryadman Gidot hingga Desakan Usut Tuntas Warga Bengkayang
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Muhammad Firdaus
Di sisi lain, Tim Penyidik KPK juga melakukan penggeledahan di Kantor Dinas PUPR, mereka sengaja membagi menjadi dua tim, satu tim di Dinas PUPR dan satu tim di Kantor Bupati.
Tim Penyidik KPK di Kantor Dinas PUPR selesai melakukan penggeledahan sekitar pukul 14.00, lebih cepat dari tim yang menggeledah di Kantor Bupati.
Dari Dinas PUPR mereka kemudian bergeser ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menggeledah ruang kerja Kepala Dinas, Agustinus Yan.
Tim Penyidik KPK yang sedang melakukan penggeledahan di ruang kerja Kepala Dians Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang mengangkut sejumlah berkas ke aula untuk di analisa.
Hal tersebut mereka lakukan guna mempermudah penggeledahan, sebab ruang Kepala Dinas berukuran tidak terlalu besar.
Di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, penggeledahan berlangsung sampai pukul 18.15.
Dari ruang kerja Agustinus Yan, Tim Penyidik KPK membawa satu koper warna hijau ukuran besar, satu koper hitam berbentuk box warna hitam ukuran sedang, dan satu kotak kardus ukuran sedang.
Baca: Gubernur Sutarmidji Angkat Suara Terkait OTT KPK pada Bupati Bengkayang Suryadman Gidot
Desak Usut Tuntas
Masyarakat Kabupaten Bengkayang saat ini masih menerima kabar yang simpang siur terkait kasus tersebut, sebab salah satu yang di amankan oleh KPK yakni Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Agustinus Yan sampai saat ini tidak diketahui dimana dan apa kabarnya. Agustinus Yan juga belum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
Satu diantara masyarakat Kabupaten Bengkayang, Martinus Bomba (39) meminta kepada penegak hukum, mulai dari pihak Kepolisian, KPK dan lainya agar mengusut sampai tuntas kasus OTT yang melibatkan orang nomor satu di Bengkayang tersebut.
"Sampai saat ini kita masih belum tahu kejelasannya, kita minta apapun perkembangan penyidikan dari penegak hukum harus disampaikan ke masyarakat seluruh Indonesia khususnya lagi Kabupaten Bengkayang melalui pemberitaan di media, baik itu televisi, koran dan online," ujarnya, kepada Tribun, Sabtu (7/9/2019).
Menanggapi terkait penggeledahan yang dilakukan oleh KPK, Martinus Bomba meminta agar Tim KPK yang turun ke Bengkayang segera menyampaikan hasilnya.
"Tentu kita ingin segera tahu, apa yang mereka lakukan disini, apa yang mereka bawa, apa hasilnya, jangan diam-diam saja, ini kepala daerah kita yang terlibat," katanya.
"Jujur saja saya tidak percaya kalau Pak Gidot terlibat kasus seperti ini, apalagi ini sudah dekat mau habis jabatan dia sebagai Bupati, makanya kita ingin tahu sejelas-jelasnya," tambahnya.
Senada, Yordanus (44) warga Kabupaten Bengkayang, juga mendesak agar penegak hukum melaksanakan tugas secara transparan.
Baca: Mahasiswa Bengkayang Prihatin Pejabat Bengkayang di OTT KPK
Baca: Begini Tanggapan Wakil Bupati Bengkayang Terkait Kasus OTT KPK yang Menyeret Suryadman Gidot
Baca: Pasca OTT KPK, Rumah Pribadi Bupati Bengkayang dan Mess Pemda Sepi