REI Kalbar Ungkap Anggaran FLPP Pemerintah untuk Rumah Bersubsidi Habis, Pengembang Kena Imbas
Ia pun mengaku dirinya sudah merasakan adanya tanda-tanda akan habis kuota FLPP ini sejak bulan Juni 2019 kemarin
"kita berharap segera ada solusi seperti dengan penambahan kuota anggaran rumah subsidi. Kedua sambil menunggu proses di pusat, keuangan dan segala macam itu kan itu tidak sebentar, nah kita berharap bank-bank juga membuatlah program-program kredit untuk MBR misalnya dengan bungga yang single digit, bungga yang murah ditambah subsidi dari pengembang, kan bank bisa buat seperti itu," kata Ketua DPD REI Kalbar.
Baca: BTN Tak Termasuk Bank Penyalur KPR Subsidi FLPP Rp 4,5 Triliun 2018, Ketua Umum REI Kalbar, Ada Apa?
Baca: REI Kalbar Fokus Pembangunan Rumah FLPP
Dan juga, ada hal yang lain yang menurutnya juga sangat penting yakni soal perizinan di pemerintah daerah yang harus lebih dipermudah serta Kemudian penyelesaian pemecahan sertifikat maupun balik nama sertifikat di notaris dan BPN dipercepat.
"Terkait dengan adanya kondisi ini, saya mengimbau kepada anggota REI Kalbar untuk bisa merescheduling rencana bisnisnya, kemudian menahan diri untuk tidak ovensif dulu seperti membeli tanah dan segala macam karena situasi hingga akhir tahun menurutnya masih uncreditable dan masih belum bisa diperkirakan,"tuturnya
Dan ia juga menuturkan pada tahun 2020 mendatang, Pemerintah telah anggarkan sekitar Rp 9 Miliar untuk anggaran rumah subsidi telah diselesaika.
Hal ini berdasarkan informasi ketika rapat di DPP REI, berharap dana itu dapat mencukupi untuk anggaran rumah subsidi. (Rizki Fadriani)
Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update