REI Kalbar Ungkap Anggaran FLPP Pemerintah untuk Rumah Bersubsidi Habis, Pengembang Kena Imbas

Ia pun mengaku dirinya sudah merasakan adanya tanda-tanda akan habis kuota FLPP ini sejak bulan Juni 2019 kemarin

REI Kalbar Ungkap Anggaran FLPP Pemerintah untuk Rumah Bersubsidi Habis, Pengembang Kena Imbas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKI FADRIANI
Ketua DPD REI Kalbar Muhammad Isnaini 

"Kalau untuk yang belum akad ini atau rumah-rumah yang belum diakad ini berjumlah 2.605 unit, dan ‎Saat ini juga DPP REI sudah mengusulkan kepada menteri PUPR untuk tambahan kuota sebanyak 80.000 sampai dengan 100.000 unit untuk REI se Indonesia. "Ungkapnya.

Lanjutnya, Dan Menteri PUPR sudah melayangkan surat permohonan anggaran subsidi rumah ke Menteri Keuangan dan juga mendapat respon positif. Saat ini REI sedang menunggu keputusan Menteri Keuangan, mudah-mudahan pemerintah pusat bisa segera merealisasikan penambahan anggaran ini.

Terkait dampaknya dari hal ini, Isnaini mengatakan saat ini pengembang tidak bisa merealisasikan akad KPR kepada masyarakat yang butuh rumah yang berakibat pengembang terganggu cash flow nya.

Baca: BNI Tingkatkan FLPP untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kalimantan

Baca: Capai 70 Persen Target Penyaluran KPR FLPP, REI Kalbar Tempati Urutan ke-3 Nasional

"Dengan cash flow terganggu tidak bisa bayar kredit ke Bank, maka tingkat kredit macet akan bertambah, peforma bank nya juga terganggu kemudian pengembang tentu akan menyetop dulu proyeknya yang mengakibatkan tukang-tukang tidak ada pekerjaan dan pengangguran bertambah," katanya.

Selain itu juga, ada dampak lain , masyarakat yang sudah ingin punya rumah terkendala tidak bisa pindah menempati rumah baru. Disisi lain juga berdampak pada 174 jenis industri yang menopang sektor perumahan seperti industri keramik, cat, paku dan lainnya.

"kita berharap segera ada solusi seperti dengan penambahan kuota anggaran rumah subsidi. Kedua sambil menunggu proses di pusat, keuangan dan segala macam itu kan itu tidak sebentar, nah kita berharap bank-bank juga membuatlah program-program kredit untuk MBR misalnya dengan bungga yang single digit, bungga yang murah ditambah subsidi dari pengembang, kan bank bisa buat seperti itu," kata Ketua DPD REI Kalbar. 

Baca: BTN Tak Termasuk Bank Penyalur KPR Subsidi FLPP Rp 4,5 Triliun 2018, Ketua Umum REI Kalbar, Ada Apa?

Baca: REI Kalbar Fokus Pembangunan Rumah FLPP

Dan juga, ada hal yang lain yang menurutnya juga sangat penting yakni soal perizinan di pemerintah daerah yang harus lebih dipermudah serta Kemudian penyelesaian pemecahan sertifikat maupun balik nama sertifikat di notaris dan BPN dipercepat.

"Terkait dengan adanya kondisi ini, saya mengimbau ‎kepada anggota REI Kalbar untuk bisa merescheduling rencana bisnisnya, kemudian menahan diri untuk tidak ovensif dulu seperti membeli tanah dan segala macam karena situasi hingga akhir tahun menurutnya masih uncreditable dan masih belum bisa diperkirakan,"tuturnya

Dan ia juga menuturkan pada tahun 2020 mendatang, Pemerintah telah anggarkan sekitar Rp 9 Miliar untuk anggaran rumah subsidi telah diselesaika. 

Hal ini berdasarkan informasi ketika rapat di DPP REI, berharap dana itu dapat mencukupi untuk anggaran rumah subsidi. (Rizki Fadriani)

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved