Material Jl Ayani Ganggu Penggendara, Kadishub Kota Imbau Hati-hati Melintas
Tidak sedikit warga yang melintasi sepanjang jalan tersebut, merasa tidak nyaman dan harus hati-hati batu-batu membuat motornya nyaris jatuh
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Didit Widodo
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Perbaikan jalan raya bertujuan membuat para penguna jalan nyaman. Namun berbeda halnya dengan di kawasan Jl Ayani Pontianak Selatan. Pasalnya, bahan material perbaikan jalan cukup menganggu pengendara dan membuat badan jalan semakin menyempit. Pasir dan batu dari bahan perbaikan dibiarkan menghampar di sepanjang jalan.
Muzamilul (23) salah satu warga Sungai Jawi mengeluhkan kondisi jalan menyempit karena termakan pembangunan di Jalan Ayani. Tidak sedikit warga yang melintasi sepanjang jalan tersebut, merasa tidak nyaman dan harus hati-hati lantaran bahan material berupa batu sempat membuat sepeda motornya bergoyang.
"Apalagi debu perbaikan jalan itu mengakibatkan sesak nafas, terlebih lagi sangat berbahaya tumpukan pasir dan batu itu membuat licin jalan raya," keluhnya, Minggu (25/8/2019).
Baca: Desa Mandiri Kalbar Penuhi 17 Indikator yang Ringan
Baca: Mantap, Kalbar Akan Miliki 86 Desa Mandiri, Dewan Sebut Kerja Keras Gubernur Lama
Baca: Diduga Gizi Buruk, Kondisi Bocah Asal Sungai Kakap Ini Memperihatinkan
Kepala Dinas Pehubungan Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi mengakui perbaikan peningkatan kualitas Jalan Ahmad Yani memang sudah dimulai. Bagi pengendara yang melintas di lokasi tersebut dimintanya berhati-hati karena kendaraan bermuatan berat hilir mudik membawa bahan material.
“Jalan Ahmad Yani mulai dari Jembatan Parit Tokaya sampai simpang Jalan Sutan Syarif Abdurahman akan mulai diperbaiki kualitas jalannya. Pekerjaan tersebut dimulai 12 Agustus kemarin,” ujanya.
Ia menerangkan dari informasinya pekerjaan perbaikan kualitas jalan itu memakan waktu 150 hari. Selama masa peningkatan kualitas jalan, maka mobil dump truck pengangkut muatan lapis pondasi agregat kelas A, campuran hotmix aspal AC Base dan AC-WC akan sering melintas di jalan tersebut.
Berdasarkan pantauan, sekira pukul 19.00 WIB, Minggu (25/8/2019) ruas jalan Jl Ayani depan Masjid Raya Mujahidin menuju ke Simpag Empat Jl Sy Abdurrahaman material batu kerikil telah dihampar. Untuk itu Utin mengimbau pengendara yang melalui jalan tersebut untuk berhati-hati sebagai antisipasi terjadinya kecelakaan.
“Pengendara harus berhati-hati. Jangan menekan tinggi kecepatan. Karena membahayakan diri sendiri dan nyawa orang lain,” ujarnya
Selain memberikan imbauan masyarakat untuk berhati-hati dalam berkendara. Utin juga menyenggol soal penggunaan jalur car free day yang biasa digunakan masyarakat pada tiap Minggu pagi. “Untuk jalur car free day nanti akan menyesuaikan," ujarnya.
Peningkatan
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Kamtono menuturkan Pemerintah Kota Pontianak terus melakukan peningkatan sejumlah infrastruktur di Kota Pontianak. Beberapa di antaranya adalah penataan water front city, pelebaran jalan utamanya di Jl H Rais A Rahman bersamaan dengan jalan paralelnya.
"Kita juga terus bekerja untuk menuntaskan pembangunan duplikasi Jembatan Landak dan penuntasan pembebasan lahan untuk duplikasi jembatan kapuas I termasuk dengan pembangunan drainase dan lainya," ujarnya.
Ia menambahkan termasuk di antaranya soal peningkatan jalan Jln Ahmad Yani serta pembangunan trotoar yang akan dibangun selebar enam meter.
"Jalan Ahmad Yani selain sebagai jalan protokol akan tetapi juga akan kita konsep sebagai plaza, tempat pejalan kaki dan pengendara sepeda bisa menikmati trotoar yang lebar," ujarnya.
Edi juga mengaku proses pembangunan akan dilakukan secara bertahap, mengingat adanya pagar dari area perkantoran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pengendara-melintasi-jalan-a-yani-pontianak-dengan-kondisi-jalan-berdebu-2.jpg)