Gubernur Sutarmidji Ungkap 4 Daerah di Kalbar Ditetapkan Sebagai Tapak Rencana Pembangunan PLTN

Ia mengatakan tak mungkin pemerintah mensubsidi listrik terus di tengah kebutuhan angaran untuk sektor lain.

Gubernur Sutarmidji Ungkap Sudah Ada 4 Daerah Ditetapkan Sebagai Tapak Rencana Pembangunan PLTN di Kalbar

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji mengatakan bahwa sudah ada 4 rencana tapak untuk rencana Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kalbar yaitu di daerah Ketapang , Sambas, Bengkayang dan Melawi.

Pria yang akrab disapa Midji itu mengatakan, Kalbar punya uranium yang bagus dan terbaik nomor 2 setelah NTT.

Walaupun memang pembangunan untuk PLTN dirasa cukup mahal tapi kedepannya ketika itu sudah menjadi industri maka PLTN akan murah .

Kalau sekarang mengubah bauksit menjadi Alumina itu memerlukan energi yang luar biasa tapi kalau harga belinya di atas $ 9 dolar per Kwh itu mahal , dan menyebabkan tidak kompetitif tapi kalau dengan tenaga nuklir diperkiraan kedepan harga listrik dibawah $ 5 dolar per Kwh .

"Sekarang kita masih beli dengan malaysia 200 Mega watt dengan harga $ 8 dolar dijual antara 10 sampai $ 11 dolar. Jadi masyarakat kita mendapatkan listrik yang mahal .Bisa menjadi 20 persen cost produksi maka hasil kita produk kita sulit bersaing," ujarnya.

Baca: Sutarmidji: Inovasi Terus Dibutuhkan Agar Bisa Bertahan dan Bersaing di Era Sekarang

Baca: Gubernur Sutarmidji Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Darunnajah, Ajak Masyarakat Makmurkan

Ia mengatakan tak mungkin pemerintah mensubsidi listrik terus di tengah kebutuhan angaran untuk sektor lain.

"Satu-satunya jalan adalah PLTN kalau kita mau punya daya saing dari produk - produk kita," ucapnya.

Ia mengatakan tak sedikit pro dan kontra yang datang. Satu diantaranya pro dsn kontra dadi NGO.

Baca: Reaktor Nuklir PLTN Kalbar Operasional 2025

Baca: Siapkan Listrik Murah untuk Masyarakat, Sutarmidji Nilai Realisasi PLTN di Kalbar Sangat Penting

" Terkait Pro dan Kontra dari NGO sekarang NGO pilih mana nanti hutan habis atau hal lain habis dibandingkan dengan hanya persekian saja itu pun kalau ada bencana alam PLTN itu berbahaya," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved