Reaktor Nuklir PLTN Kalbar Operasional 2025

Apabila PLTN dibangun di Kalbar tentunya bisa menyuplai listrik ke Jawa dengan sistem kabel laut

Reaktor Nuklir PLTN Kalbar Operasional 2025
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Prof.Yohannes Sarjodno saat diwawancarai Tribun Pontianak dalam acara seminar knowledge sharing untuk pengembangan listrik tenaga nuklir di Indonesia, di kantor Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Rabu (26/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK, TRIBUN - Pihak Peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Prof Yohannes Sardjono menjelaskan rootmap pembangunan PLTN di Kalbar sudah disusun dari 2019-2024 mendatang.

Saat ini tinggal melakukan aksi dari perencanaan yang telah dilakukan selama ini. "Rootmap telah dibuat oleh Bappenas dari 2019-2024. Akan ada reaktor prototipe terlebih dahulu. 2020 untuk preparasi, 2021 masih preparasi mengenai perizinan, 2021 juga akan dilakukan pembangunan dan 2025 bisa dioperasikan PLTN di Kalbar,"ucap Prof Yohannes Sardjono di Balai Petitih Kalbar, Rabu (26/6/2019).

Maka saat ini ditegaskannya perlu kekompakan antara pemerintah daerah dan pusat serta masyarakat lokal guna pembangunan PLTN. PLTN Kalbar adalah yang pertama di Indonesia.

"Saat ini reaktor nuklir sudah ada tiga di Indonesia. Tiga reaktor itu ada di Jogya, Bandung dan Serpong. Di sepong paling besar memang sejauh ini untuk riset," ucapnya.
Selain itu, ia memastikan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan menangani PLTN atau pengembangam nuklir di Indonesia sudah sangat siap.

Baca: Kalbar Bersiap Bangun Rektor Nuklir, Ini Kata Gubernur

Baca: Pemkab Kubu Raya Gelar Musrenbang RPJMD, Muda: Langkah Awal Sebelum Jalankan Amanah

Sebab di Universitas Gajahmada khususnya di Fakultas Teknik ada Teknik Fisika dan Teknik Nuklir. Kemudian Indonesia juga mempunyai diploma yaitu Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir dan program d1-d4.

"Secara menyeluruh SDM Indonesia sudah sangat siap membangun PLTN ini. Sementara para ahli yang belajar dengan vendor atau kursus dengan pihak luar sudah banyak dan semua teknologi sudah dikuasi," tambahnya.

Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Prof.Garuda Wiko (kanan) bersama Duta besar Francis untuk Indonesia, H.E Jean-Charles Berthonnet (kiri) dalam acara seminar knowledge sharing untuk pengembangan listrik tenaga nuklir di Indonesia, di kantor Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Rabu (26/6/2019).
Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Prof.Garuda Wiko (kanan) bersama Duta besar Francis untuk Indonesia, H.E Jean-Charles Berthonnet (kiri) dalam acara seminar knowledge sharing untuk pengembangan listrik tenaga nuklir di Indonesia, di kantor Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Rabu (26/6/2019). (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA)

Saat ini tinggal pembangunan reaktor yang ada di Kalbar. Kalbar adalah tempat yang paling aman dan paling cocok pembangunan PLTN.

Apabila PLTN dibangun di Kalbar tentunya bisa menyuplai listrik ke Jawa dengan sistem kabel laut. Adanya PLTN akan membangkitkan pula industri yang ada di Kalbar dan mampu mendukung daya saing .

"Biaya operasi industri juga akan rendah sehingga mampu bersaing dan tentunya Kalbar akan terbangun industri sebab bahan baku ada di Kalba," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved