Siapkan Listrik Murah untuk Masyarakat, Sutarmidji Nilai Realisasi PLTN di Kalbar Sangat Penting

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menuturkan pihaknya telah menerima tim yang nantinya akan bertugas untuk melakukan kajian tapak

TRIBUNFILE/IST
kilometer listrik 

Siapkan Listrik Murah untuk Masyarakat, Sutarmidji Nilai Realisasi PLTN di Kalbar Sangat Penting

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menuturkan pihaknya telah menerima tim yang nantinya akan bertugas untuk melakukan kajian tapak atau tempat pengembangan serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kalbar dari perwakilan pemerintah Prancis beberapa waktu lalu.

"untuk PLTN prosesnya masih sangat panjang dan masih akan terus melakukan kajian," ujarnya Senin (6/5/2019)

Kenapa menjadi PLTN menjadi penting untuk dilakukan dan dikaji kesiapanya di Kalbar. Midji menjelaskan bahwa potensi sumber daya alam yang ada di Kalbar bisa di olah maksimal menjadi bahan jadi atau paling tidak bahan setengah jadi sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

"Masyarakat bisa menikmati, selama ini kita hanya mengekspore bahan mentah saja sehingga tidak berdampak pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Baca: Doa Buka Puasa Ramadhan 1440 H Sesuai Sunnah Rasulullah SAW, Cek Waktu Berbuka Puasa Hari Ini

Baca: Ini Yang Dilakukan Manajemen Kaisar Mengawasi Produk Yang Dijual

Baca: Tetap Semangat Isi Ramadan Meski Tak Kumpul Keluarga

Selain itu, Midji juga menginginkan masyarakat kalbar mendapatkan listrik yang murah. Keberadaan PLTN ongkos operasionalnya hanya separohnya dari ongkos yang ada sekarang.

"Kalau sekarang itu untuk memproduksi 1 Kwh dibutuhkan sekitar 10 sen dolar amerika. Jika menggunakan PLTN bisa ditekan menjadi 5sen dolar amerika setiap per Kwhnya," ujarnya.

Jika itu terealisasi, Midji menilai Pemprov Kalbar dapat mempercepat daya saing masyarakat kalbar dan dapat menarik perhatian para investor untuk masuk dan mengembangkan usahanya di Kalimantan Barat.

Tak hanya itu, Listrik tenaga nuklir dinilai paling aman. Bahkan Jepang yang lebih dulu menggunakan tenaga nuklir sebagaj sumber tenaga listrik tetap aman-aman saja meski beberapa kali terkena banjir hingga tsunami. Jika pun terjadi trouble satu atau dua kasus itu bukan berasal dari system yang dibangun akan tetapi pada human error.

"Saya serahkan semua kepada tim yang merupakan para pakar, professor, bahkan mereka juga telah studi banding di jepang dan akan kembali melakukan studi kembali ke prancis," ujarnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved