HUT RI ke-74, Bayu: Guru Honorer Belum dapat Perhatian Pemerintah

Kemarin pas pemilu jadi Pengawas Pemilu Desa, dan sekarang sudah habis periodenya

HUT RI ke-74, Bayu: Guru Honorer Belum dapat Perhatian Pemerintah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Guru Honorer di SMAN 3 Teluk Keramat, Bayu 

"Guru honorer merupakan profesi yang diharapkan profesional, artinya guru honor penyedia jasa tetapi jasa guru honor masih sangat jauh dari harapan bahkan dibawa upah UMR sungguh sangat memprihatinkan dan menyedihkan, apakah mungkin seorang dapat berbuat maksimal tanpa pernah mengetahui kebutuhan hidupnya? rasanya tidak mungkin di era globalisasi dan ditengah-tengah krisis multi dimensional dimana harga barang melambung tinggi mempengaruhi biaya hidup ikut tinggi," ungkapnya.

"Kalau bicara cukup atau tidaknya, kalau untuk sekarang sangatlah tidak mencukupi dikarenakan kebutuhan yang sangat besar sedangkan pendapatan yang sangat minim," tuturnya.

Saat di konfirmasi, bagaimana caranya menambah penghasilan dengan gajih yang bisa di bilang pas-pasan itu. Bayu menuturkan pada pemilu lalu ia juga merangkap sebagai anggota Pengawas Pemilu di Tingkat Desa.

"Kemarin pas pemilu jadi Pengawas Pemilu Desa, dan sekarang sudah habis periodenya," katanya.

Alumni IKIP PGRI Pontianak itu menerangkan, saat ini Guru honor boleh saja ikhlas mengabdi dalam mengembang tugas mengajar.

Akan tetapi, Guru honorer juga manusia yang butuh dan perlu memikirkan penghidupan, ekonomi, kesejahteraan keluarganya dan dirinya sendiri dalam upaya memenuhi kebutuhan keseharianya.

"Kalau kita melihat nasib dan kesejahteraan guru honorer, sungguh memprihatinkan ada saja diantara mereka berprofesi sebagai tukang ojek, mengajar ditempat lain dan kerja serabutan untuk menutupi keperluan ekonomi keluarga," ungkap Bayu.

Baca: Tingkatkan Semangat Bersekolah, SMP dan SD di Engkadu Kerjasama

"Belum lagi profesi-profesi yang lain memberikan dampak sikologis dimata anak didiknya dan masyarakat, ini dapat menurunkan wibawa dan martabat seorang guru," jelasnya.

Dalam berbagai kebijakan, Bayu menilai perhatian pemerintah belum sungguh-sungguh dan serius memperhatikan nasib Guru Honor. Dampaknya justru sebaliknya, semakin memperpanjang catatan dan masalah perjalanan nasib guru honor di negeri ini.

Oleh karenanya ia berharap, agar Pemerintah Daerah dan Pusat bisa fokus untuk mencari solusi bagi nasib Guru Honorer. Hal ini perlu kata Bayu, karena Honorer juga memiliki kontribusi uang tidak kalah pentingnya dengan yang lain.

Halaman
123
Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved