Riset Mendalam Daun Kratom, Sutarmidji Diskusi dengan Kemenko Polhukam RI

Dan dari diskusi yang dilakukan gubenur, maka harus ada solusi berupa riset mendalam hingga mengagendakan pertemuan selanjutnya

Riset Mendalam Daun Kratom, Sutarmidji Diskusi dengan Kemenko Polhukam RI
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat, H.Sutarmidji 

Riset Mendalam Daun Kratom, Sutarmidji Diskusi dengan Kemenko Polhukam RI

PONTIANAK - Gubernur Kalbar H Sutarmidji mendukung segera dilakukan penelitian pada tumbuhan kratom (Mitragyna speciosa) secara mendalam, agar bisa diambil kebijakan mengenai tanaman tradisional tersebut.

Hal tersebut disampaikan Sutarmidji usai melalukan diskusi bersama Asisten Deputi I/V Kamtibmas Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Brigjen TNI Gamal Haryo Putro di Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (15/8).

Gamal Haryo bersama stafnya sempat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kapuas Hulu, untuk meninjau langsung pabrik daun kratom milik pengusaha Kratom di Kecamatan Kalis.

Dan dari diskusi yang dilakukan gubenur, maka harus ada solusi berupa riset mendalam hingga mengagendakan pertemuan selanjutnya.

“Jangan sampai di satu sisi melarang tapi solusinya tidak ada bagi para petani. Pertmuan selanjutnya jangan dadakan, harus ada masa masa transisinya sambil dilakukan penelitian - penelitian," kata Midji usai melalukan diskusi.

Ia mengatakan harus melihat jenisnya, untuk ganja memang dilarang apakah kratom juga akan dilarang. "Lihat jenis daun Kratom memang mengandung zat adektif tapi zat adektif manfaatnya apa. Misanya bisa saja mereka mengkonsumsi ganja dan pengaruhnya pada daya pikir drastis berubah jika menggunakan sabu. Tapi kenapa kratom tidak langsung mempengaruhi prilaku orang pada saat itu," ujarnya.

Hal ini yang harus ditelit, kata dia. Sehingga ada perlakuan. Ia mengatakan ada usulan dari Kemenkes membicarakan hasil kajian dalam waktu 3 ,4 5 tahun harus benar-benar.  "Tapi kita lakukan juga upaya penelitian dan manfaatnya dan lain sebagaianya .

Baca: Peduli Kesehatan Mahsiswa KKL Integratif IAIN Pontianak Bagikan Masker

Kemudian mungkin ada diversifikasi masyarkaat harusnya kegiatan ekonominya ini sehingga dia tidak lagi atau mungkin ada suatu kegiatan ekonomi yang lebih besar lagi dari daun kratom," jelasnya.

Pertemuannya dengan pihak Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan masih dalam tahap diskusi untuk dicarikan solusis.

Halaman
1234
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved