Dialog Ekonomi Digital, OJK Imbau Masyarakat Agar Waspada Investasi

Kepala bagian pengawasan lembaga jasa keuangan, Budi Rahman melakukan pengenalan OJK kepada warga setempat.

Dialog Ekonomi Digital, OJK Imbau Masyarakat Agar Waspada Investasi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MIA MONICA
Foto bersama narasumber dan peserta usai kegiatan seminar dan dialog ekonomi digital dengan tema kebanksentralan serta tantangan dan peluang dalam era ekonomi digital di Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Santo Thomas Kubu Raya, Rabu (14/8/2019). 

Dialog Ekonomi Digital, OJK Imbau Masyarakat Agar Waspada Investasi

PONTIANAK - Bank Indoneisa (BI) mengadakan kegiatan seminar dan dialog ekonomi digital dengan tema kebanksentralan serta tantangan dan peluang dalam era ekonomi digital di Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Santo Thomas Kubu Raya, Rabu (14/8).

Kepala bagian pengawasan lembaga jasa keuangan, Budi Rahman melakukan pengenalan OJK kepada warga setempat.

“Sesuai dengan UU nomor 21 tahun 2011, OJK memiliki tugas mengatur, mengawasi Industri jasa keuangan serta melindungi konsumen dan masyarakat. Nah bagaimana cara OJK melindungi konsumen dan masyarakat ? yaitu melalui edukasi keuangan yang efektif guna meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan produk dan layanan keuangan serta memperhatikan prinsip keseimbangan antara tumbuh kembangnya sektor jasa keuangan secara berkesinambungan,” ujar Budi.

Baca: FestivaLAnd Menjadi Wadah Para Musisi, Cek Tanggal Mainnya di Kota Pontianak

Kepala bagian pengawasan lembaga jasa keuangan ini juga menyampaikan mengenai kondisi literasi dan Inklusi keuangan di Kalbar saat ini.

“literasi Kalbar yaitu 30,55 persen dan inklusinya 65,45 persen sedangkan di Pontianaknya sendiri literasinya 40,15 persen dan inklusinya 74,45 persen. Jadi hasilnya sudah lumayan bagus ya,” ungkapnya.

Lanjutnya Budi mengimbau kepada masyarakat agat waspada terhadap investasi bodong. 

“Masih banyak masyarakat yang yang tergiur investasi Ilegal dengan alasan ingin cepat kaya, terlalu berorientasi pada keuntungan tanpa melihat resiko dan tidak memahami kegiatan investasi atau hanya ikut-ikutan,” jelasnya.

Menurutnya, dampak dari hal tersebut dapat menimbulkan ketidakpercayaan dan image negatif terhadap produk keuangan.

Menimbulkan potensi instabilitas (korban yang cukup besar) bahkan mengganggu proses pembangunan.

Baca: Warga Minta Ketua DPRD Ketapang Segera Pertanggungjawabkan Perbuatannya

Baca: VIDEO: Ikut Padamkan Api dekat Pemakaman, Ini Penjelasan Kapolsek Belitang

“Ada beberapa karakteristik investasi bodong yaitu klaim tanpa resiko, memnafaatkan tokoh masyarakat atau public figur untuk menarik minat investasi, menjanjikam keuntungan tidak wajar dalam waktu cepat, menjanjikan perekrutan anggota baru “member get member” dan legalitas tidak jelas. Ini yang harus di waspadai semua,” jelasnya lagi. 

Dengan hal ini, OJK melakukan perluasan anggota satgas waspda investasi dengan menambah anggota dari 7 kementerian/ lembaga menjadi 13 kementerian/ lembaga.

“Masyarakat jika membutuhkan perlindungan keuangan dapat menghubungi kontak OJK di 157 atau mendatangi Kantor OJK Provinsi Kalimantan Barat di Jalan Ahmad Yani No 62 Pontianak,” tutupnya.

Penulis: Ni Made Gunarsih
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved