Uskup Sintang Bangga Umat di Penyak Lalang Gotong-royong Bangun Gereja

Bupati Sintang Jarot Winarno bersama Wakil Bupati Sintang Askiman meresmikan Gedung Gereja Katolik Santo Petrus Stasi Penyak Lalang

Uskup Sintang Bangga Umat di Penyak Lalang Gotong-royong Bangun Gereja
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Uskup Sintang saat peresmian Gedung Gereja Katolik Santo Petrus Stasi Penyak Lalang yang berada Desa Penyak Lalang, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, Sabtu (10/8/2019) kemarin. 

Uskup Sintang Bangga Umat di Penyak Lalang Gotong-royong Bangun Gereja

SINTANG - Bupati Sintang Jarot Winarno bersama Wakil Bupati Sintang Askiman meresmikan Gedung Gereja Katolik Santo Petrus Stasi Penyak Lalang yang berada Desa Penyak Lalang, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, Sabtu (10/8/2019) kemarin.

Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM, Cap melakukan pemberkatan Gereja Katolik Santo Petrus Stasi Penyak Lalang. Dalam sambutannya, Uskup Sintang menyampaikan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati.

Gereja dan tempat ibadah lainnya menjadi pintu ke surga. Gereja menjadi pertemuan langit dan bumi. Gereja menjadi media pendidikan agama melalui kotbah.

“Saya bangga terbangunnya sebuah gereja tempat ibadat dan mendengar sabda Tuhan. Iman harus dijadikan perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.

Menurutnya Gereja harus memiliki nilai. Saat meresmikan sebuah gereja, dirinya selalu mengingatkan bahwa gereja jangan hanya sebuah gedung.

Baca: Kisah Pembangunan Gereja Katolik Santo Petrus yang Butuh Waktu Hingga Sembilan Tahun

Baca: Lepas Takbir Keliling Idul Adha, Ini Harapan Sekda Ketapang

Baca: Berikut Hasil Rapat Terkait PKKMB Untan Tahun 2019

Tetapi umatnya harus mampu menjadi garam dan terang dunia yang tidak cukup di dalam gereja tetapi harus ada di tengah masyarakat.

“Mendengar bahwa gereja ini dibangun 90 persen dari swadaya umat, saya anggap ini luar biasa. Saya memang terus mengingatkan umat Katolik bahwa kita jangan menjadi peminta minta. Tetapi bekerja keraslah dalam membangun gereja," katanya.

Setelah bekerja keras namun ternyata masih kurang dan ada orang yang murah hati membantu, menurutnya itulah rencana Tuhan yang memberikan berkat melalui orang lain.

"Saya bangga dengan kebersamaan dan gotong royong umat di sini. Kalau bisa semua stasi melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan umat di Penyak Lalang ini," pungkas Uskup Sintang.

Penulis: Wahidin
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved